12 August 2017 09:06 WITA

4 Sayuran yang Tak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
4 Sayuran yang Tak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

RAKYATKU.COM - Tidak dapat dipungkiri, sayuran merupakan makanan sehat yang sering dianjurkan oleh para pakar kesehatan untuk dikonsumsi. Berbagai penelitian telah menunjukkan banyak sekali manfaat dari konsumsi sayuran, seperti memperlancar pencernaan dan buang air besar dan membantu diet dalam menurunkan berat badan.

Selain itu, konsumsi sayuran dalam jumlah yang tepat juga diketahui dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker usus besar. Kendati demikian, jika dikonsumsi berlebihan sayuran dapat menjadi buah simalakama bagi kesehatan Anda.

Jadi, sayuran apa yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan? Berikut penjelasannya:

Tomat

Tomat adalah sayuran yang bersifat asam, sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak atau dikonsumsi berbarengan dengan makanan lain yang bersifat asam, seperti jeruk, lemon, dan lainnya dapat menimbulkan sakit mag.

Tidak hanya itu, konsumsi tomat berlebihan dapat meningkatkan risiko kembalinya asam lambung dari lambung ke kerongkongan atau disebut juga dengan refux atau GERD. GERD memberikan gejala seperti rasa nyeri atau panas di dada serta sesak napas.

Bayam

Bayam memang mengandung zat besi, lutein, dan karotenoid yang bermanfaat untuk mencegah anemia dan membantu menjaga kesehatan mata. Dilansir klik dokter, konsumsi bayam yang berlebihan ternyata tidak baik pasalnya mengandung tinggi oksalat, zat yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mengkristal menjadi batu ginjal.

Brokoli

Brokoli diketahui merupakan sayuran dengan banyak manfaat, termasuk menurunkan risiko kanker. Meskipun demikian, terlalu banyak mengonsumsi brokoli terlebih dibarengi dengan sayuran lainnya seperti kol dapat membuat perut Anda kembung dan begah.

Wortel

Wortel kaya akan vitamin A yang baik untuk mata dan kulit. Namun jika setiap hari mengonsumsi wortel dalam jumlah banyak, kulit Anda dapat berubah warna menjadi oranye. Meskipun demikian, warna kulit Anda dapat kembali seperti semula setelah mengurangi jumlah wortel yang Anda konsumsi.