11 August 2017 11:00 WITA

Hati-hati, Bekerja Terlalu Keras Bisa Sakit Jantung

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Hati-hati, Bekerja Terlalu Keras Bisa Sakit Jantung
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Cukup banyak orang yang memilih untuk bekerja keras agar bisa mendapatkan kesuksesan. Memang, bekerja keras memang bisa memberikan banyak hal yang positif bagi karir kita. Namun, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tetap bekerja sesuai dengan kemampuan tubuh.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul European Heart Journal, disebutkan bahwa mereka yang kerap bekerja lembur hingga berjam-jam lamanya setelah jam pulang kerja cenderung memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja dengan jam yang normal.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa jam kerja yang terlalu panjang bisa memicu masalah atrial fibrilasi, kondisi yang membuat denyut jantung berdetak dengan tidak normal dan tidak teratur. Padahal, atrial fibrilasi yang sudah dalam kondisi yang cukup parah bisa memicu gagal jantung atau stroke.

Dari sekitar seribu partisipan yang dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan selama 10 tahun ini, diketahui bahwa di masa awal penelitian para partisipan tidak mengalami masalah atrial fibrasi. Selama periode penelitian ini, para partisipan diamati kebiasaan seksualnya, usia, dan status ekonomi. 

Hasilnya adalah, mereka yang bekerja dengan waktu lebih dari 55 jam dalam seminggu cenderung meningkatkan resiko terkena atrial fibrilasi 1,4 kali lebih besar. Dilansir doktersehat, mereka juga cenderung lebih mudah terkena depresi, kecemasan, obesitas, dan terjebak dalam penyalahgunaan alkohol.

Penelitian lain juga mengungkap fakta bahwa 40 persen karyawan yang kerap lembut cenderung lebih mudah mengalami masalah aritmia jantung jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja dengan jam yang normal. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak bekerja terlalu keras demi menjaga kesehatan jantung.