10 August 2017 12:40 WITA

Waspada! Ini Bahaya Kawat Gigi dan Perekat Gigi Tiruan

Editor: Suriawati
Waspada! Ini Bahaya Kawat Gigi dan Perekat Gigi Tiruan
INT

RAKYATKU.COM - Perawatan gigi mungkin tidak seaman yang yang Anda kira. Dalam laporan kasus BMJ yang diterbitkan pada 7 Agustus, diungkapkan bahwa ada dua kasus perawatan gigi yang menyebabkan masalah kesehatan.

Kasus pertama melibatkan seorang wanita berusia 30 tahun yang memasang gigi kawat. Menurut laporan, wanita itu dirawat di rumah sakit setelah dua hari sakit perut. Hasil scan menunjukkan bahwa itu disebabkan oleh kawat ortodontik yang salah, dan telah menembus beberapa bagian usus kecilnya. Hal ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai volvulus.

BACA JUGA: Atasi Gusi Bengkak dengan Bahan Alami Ini

Pasien itu telah melepas kawat gigi sejak 10 tahun dan tidak ingat pernah menelan atau kehilangan kawat. Namun, setelah operasi darurat untuk menyingkirkan kawat tersebut, dia bisa pulih.

"Penelanan benda asing harus dianggap sebagai penyebab sakit perut pada pasien yang tidak memiliki riwayat medis atau bedah lainnya," kata sebuah tim yang dipimpin oleh Dr. Talia Shepherd dari Sir Charles Gairdner Hospital di Nedlands, Australia Barat.

Kasus kedua dialami oleh seorang pria berusia 62 tahun, yang kehilangan perasaan di kakinya secara permanen, akibat penggunaan perekat gigi palsu untuk jangka panjang.

Sayangnya, kakek dari Skotlandia ini tidak seberuntung wanita tadi. Meski menjalani perawatan dan terapi fisik intensif, ia masih belum pulih sepenuhnya dari kelainan neurolologis langka yang disebabkan oleh seng di perekat.

Pada saat dia dirujuk ke klinik neurologis, dia mengalami rasa sakit, mati rasa dan kelemahan di kakinya selama enam bulan, dan telah tinggal di rumah.

BACA JUGA: Hindari Karies, Sikat Gigi dengan Teknik yang Benar

Dokter mengamati kelainan sumsum tulang belakang dalam pemindaian MRI dan akhirnya mendiagnosisnya dengan kekurangan zat gizi myelopathy.

Pelakunya adalah seng dalam perekat gigi tiruan yang telah digunakannya selama 15 tahun terakhir, kata dokter.

Dr. Liam Stuart Carroll dan rekannya di Queen Elizabeth University Hospital di Glasgow mengatakan, dalam kasus yang jarang terjadi, asupan seng yang berlebihan dapat mengganggu penyerapan tembaga, yang menyebabkan masalah neurologis.

Mereka meresepkan suplemen tembaga untuk mengobati gejala pria itu, dan menyuruhnya berhenti menggunakan perekat gigi tiruan.