10 August 2017 07:30 WITA

Ilmuan Kembangkan Vaksin Zika Berbahan Tumbuhan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ilmuan Kembangkan Vaksin Zika Berbahan Tumbuhan

RAKYATKU.COM - Vaksin baru dan lebih baik untuk virus Zika telah dikembangkan setelah melanda Amerika pada tahun 2015. Zika memicu peringatan terhadap ibu hamil untuk menunda perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak Zika.

Pemerintah, laboratorium akademis, dan perusahaan farmasi banyak berinvestasi dalam menghentikan virus tersebut. Namun Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa puluhan juta orang masih dapat terinfeksi di Amerika pada tahun-tahun mendatang.

Saat ini tidak ada vaksin atau terapi berlisensi yang tersedia untuk memerangi Zika, walaupun percobaan klinis yang dipimpin oleh pemerintah AS denan biaya 100 juta dollar sedang berlangsung.

Kini, periset dari Arizona State University (ASU) di AS telah mengembangkan vaksin Zika berbasis tanaman pertama di dunia.

Mereka percaya vaksin ini bisa lebih manjur, aman, dan murah untuk diproduksi daripada obat-obatan lain yang sedang dikembangkan. "Vaksin kami menawarkan peningkatan keamanan dan berpotensi menurunkan biaya produksi lebih banyak daripada alternatif lain saat ini, dan dengan efektivitas yang setara," kata ilmuwan ASU, Dr Qiang Chen.

Dr Chen adalah spesialis dalam mengembangkan vaksin berbasis tanaman dan sebelumnya telah bekerja untuk mengembangkan terapi dan vaksin untuk virus West Nile dan demam berdarah.

Vaksin Zika-nya menargetkan protein kunci yang menyelimuti bagian luar virus. Dengan mengembangkan protein ini sendiri, tanpa virus berbahaya di dalamnya, bisa digunakan untuk mengimunisasi orang dengan strain Zika yang sebenarnya.

Tim Dr Chen melakukan percobaan imunisasi pada tikus dan menemukan tingkat keberhasilan 100 persen dalam menginduksi antibodi dan respons kekebalan seluler untuk melindungi terhadap beberapa strain virus Zika.

Tapi meski virusnya efektif, itu tidak mudah, dan bisa menimbulkan efek samping yang serius.

"Di atas segalanya, kita harus memastikan keamanan maksimal dengan vaksin Zika, terutama karena orang-orang yang paling membutuhkannya, wanita hamil, paling khawatir dengan kesehatan mereka sendiri, dan kesehatan janin," kata Dr Chen.

"Ini harus 100% aman dan efektif."

Zika dikaitkan dengan cacat lahir yang disebut microcephaly saat dikontrak oleh wanita hamil. Hal ini dapat menyebabkan anak-anak terlahir dengan kepala kecil yang abnormal dan kerusakan otak.

Virus tersebut pertama kali ditemukan di Uganda pada tahun 1947, membuat mereka yang terinfeksi dengan gejala flu ringan dan juga dapat ditularkan secara seksual.

Tags
Zika