Sabtu, 05 Agustus 2017 08:18 WITA

Sederhana, 5 Cara Atasi Mata Panda

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Sederhana, 5 Cara Atasi Mata Panda
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Sedang mengalami mata panda? Selain karena kurang tidur, mata panda bisa disebabkan oleh gaya hidup atau faktor keturunan. 

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kosmetik, 50 persen wanita mengatakan bahwa lingkaran hitam dan bengkak di sekitar mata adalah sebuah masalah kecantikan.

Lantas bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa mencoba 5 cara alami berikut ini untuk mengurangi mata panda:

Rutin minum air dan istirahat cukup

Minumlah setidaknya 8-10 gelas air mineral per hari dan tidur nyenyak minimal 8 jam. Ini adalah cara paling praktis untuk mencegah munculnya mata panda. 

Jus kentang dan mentimun

Masukkan kentang dan mentimun ke dalam blender dengan perbandingan yang sama. Oleskan ramuan ini ke area yang terlihat hitam dan diamkan selama 20 menit. Kemudian bilas hingga bersih.

Minyak almond

loading...

Letakkan kain hangat di bawah mata selama 10 menit. Setelah itu, oleskan minyak almond ke permukaan yang terlihat gelap. Gunakan jari telunjuk Anda untuk memijat pada area mata yang gelap.

Mentimun

Letakkan potongan mentimun di mata yang membengkak dan hitam. Mentimun yang dingin dapat mengurangi pembengkakan dan mencegah perubahan warna kulit di sekitar mata Anda.

Kantong teh

Manfaatkan kantong teh bekas untuk memperbaiki warna kulit dan mengurangi pembengkakan mata. Caranya, siapkan dua kantong teh bekas, lalu celupkan kantong teh ke dalam air dingin selama sekitar 10 menit. Lalu tempelkan kantong tersebut ke mata, diamkan selama 20 menit, kemudian basuh wajah dengan air sampai bersih.

“Lingkaran hitam dan bengkak adalah dua masalah paling umum yang orang perhatikan di sekitar mata mereka, hal ini diperparah dengan kurangnya waktu tidur,” kata konsultan dermatologi, Dr Nick Lowe, seperti dikutip dari klikdokter.

Ia mengungkapkan, penyebab paling umum dari mata panda adalah karena terlalu banyak pigmen di daerah mata. “Ini adalah bagian alami dari kulit dan lebih umum terjadi pada orang-orang keturunan Asia atau Afrika,” ungkap Nick.

Loading...
Loading...