Sabtu, 15 Juli 2017 07:30 WITA

Di Jepang, Berhubungan Intim Kurang Digandrungi

Editor: Almaliki
Di Jepang, Berhubungan Intim Kurang Digandrungi

RAKYATKU.COM - Sebagian anak muda di Jepang tidak lagi menjadikan seks pascanikah sebagai sesuatu hal yang menarik untuk dilakukan. Dalam sebuah penelitian yang dilaporkan oleh BBC, 43 persen masyarakat Jepang yang akan memasuki usia 30 tahun mengaku masih perjaka atau perawan.

Angka 43 persen itu, artinya hampir mencakup separuh generasi muda di Jepang. Adapun penyebab mereka malas bercinta bisa bermacam-macam alasan seperti sebab tidak tertarik untuk melakukannya, cenderung minder atau takut dengan lawan jenis.

Sementara bagi perempuan di Jepang, berpikir kalau kebanyakan pria di Jepang sudah tak mau lagi berkencan akibat dari banyaknya film biru atau boneka seks yang beredar.

Pergeseran budaya seksualitas ini ternyata mampu menurunkan angka kelahiran di Jepang dengan sangat drastis pada tahun 2016.

Bahkan, sebuah penelitian berjudul National Institute of Population and Social Security Research menyebutkan, bahwa ada kemungkinan populasi Jepang akan menurun jauh dari 127 juta orang menjadi hanya 40 juta orang pada tahun 2065 mendatang.

Tak hanya semakin menurunnya minat untuk berhubungan intim, generasi paruh baya itu juga belum menikah. Alasannya, rendahnya tekanan sosial yang meminta mereka untuk menikah itu kurang, pun mereka khawatir keuangan mereka menipis, mengingat biaya hidup di Jepang sangat tinggi.

Tags