Selasa, 04 Juli 2017 09:07 WITA

Apakah Paru-paru Kembali Bersih Saat Berhenti Merokok?

Editor: Fathul Khair Akmal
Apakah Paru-paru Kembali Bersih Saat Berhenti Merokok?

RAKYATKU.COM - Berhenti merokok, mungkin menjadi dambaan bagi setiap orang yang sudah lama melakukan aktivitas yang kurang baik ini. Jika sudah berhasil berhenti merokok, maka ia sebenarnya sudah melakukan hal yang sangat luar biasa. 

Pasalnya, merokok diidentikkan dengan sebuah kebutuhan. Ibarat orang makan nasi, maka merokok pun juga sama halnya dengan menyantap nasi yang dimakan sehari-hari. 

Namun bagaimana jadinya bila sesorang berhasil berhenti merokok?. Apakah paru-paru di dalam tubuhnya bisa kembali bersih dan pulih seperti sedia kala?

Dikutip dari doktersehat.com, pakar kesehatan dari American Lung Association, dr Normal Edelman berkata bahwa paru-paru sebenarnya memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri hingga ke level tertentu. 

Saat seseorang memutuskan untuk benar-benar berhenti merokok, maka peradangan jangka pendek pada saluran pernafasannya juga akan ikut berhenti. Yang menarik adalah, kondisi ini akan membuat bulu halus yang disebut sebagai cilia akan kembali tumbuh dan berfungsi pada saluran pernafasan dengan cara bergerak maju dan mundur dengan tujuan mengeluarkan dahak dan debu. 

Hal ini ternyata membuat mereka yang baru saja berhenti merokok cenderung mengalami batuk-batuk yang cukup berat. Untungnya, batuk-batuk ini membantu proses pembersihan paru-paru dan saluran pernafasan secara keseluruhan.

loading...

Jika seseorang sudah berhasil tidak merokok hingga seminggu lamanya, maka paru-parunya biasanya sudah mulai bisa mendapatkan oksigen dengan jumlah lebih banyak dari karbon monoksida. Hal ini akan membuat nafas mereka lebih kuat sehingga bisa menyelesaikan olahraga dengan lebih baik.

Apakah hal ini berarti paru-paru benar-benar bisa pulih seperti sebelumnya?. Tidak juga. Dr Edelman menyebutkan bahwa kebiasaan merokok dalam jangka panjang ternyata bisa menyebabkan kerusakan permanen pada paru, berupa hilangnya keelastisitasan organ ini. 

Hal ini berarti, paru sudah tidak mampu menukar oksigen dengan efektif seperti saat sebelum merokok. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK, kondisi dimana kebiasaan merokok dalam jangka yang sangat panjang layaknya 20 hingga 30 tahun akhirnya menyebabkan gangguan pernafasan.


 

Tags
Loading...
Loading...