Jumat, 19 Mei 2017 16:49 WITA

Kaus ini Bisa Memonitor Tingkat Pernapasan Pemakainya

Editor: Suriawati
Kaus ini Bisa Memonitor Tingkat Pernapasan Pemakainya

RAKYATKU.COM - Peneliti di Universite Laval di Quebec telah mengembangkan kaus pintar yang mampu memantau tingkat pernafasan pemakainya secara real time.

T-shirt tersebut bekerja tanpa kabel, elektroda atau sensor yang menempel pada bodi. Itu hanya menggunakan antena yang dijahit ke dalam baju yang terbuat dari serat optik berongga yang dilapisi dengan lapisan tipis dari perak pada permukaan dalamnya.

BACA JUGA: Alat ini Bisa Membuat Pasien Lumpuh Menggerakan Tangannya

"Antena melakukan tugas ganda, merasakan dan mentransmisikan sinyal yang diciptakan oleh gerakan pernafasan," kata Younes Messaddeq, profesor di Universite Laval. "Data bisa dikirim ke smartphone pengguna atau komputer terdekat."

T-shirt bekerja saat pemakai menghirup udara, ketika serat pintar merasakan peningkatan pada kedua lingkar dada dan volume udara di paru-paru.

"Perubahan ini mengubah beberapa frekuensi resonansi antena," kata Messaddeq. "Itu sebabnya T-shirt tidak perlu ketat atau bersentuhan langsung dengan kulit pemakainya. Osilasi yang terjadi dengan setiap nafas sudah cukup bagi serat untuk merasakan laju pernafasan pengguna."

Kaus ini Bisa Memonitor Tingkat Pernapasan PemakainyaSerat optik yang menutupi antena ditutupi polimer untuk membuatnya awet. Peneliti telah menguji daya tahannya dengan membasuh kaus tersebut berkali-kali.

"Setelah 20 kali mencuci, antena itu tahan terhadap air dan detergen dan masih dalam kondisi kerja yang baik," kata Messaddeq.

BACA JUGA: Alat ini Diklaim Bisa Atasi Mimpi Buruk

"Kaos itu benar-benar nyaman dan tidak menghambat pergerakan alami subjek. Tes kami menunjukkan bahwa data yang diambil oleh kaos dapat diandalkan, apakah pengguna sedang berbaring, duduk, berdiri atau bergerak."

Periset mengatakan kaos pintar bisa membuka jalan untuk pembuatan pakaian yang bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit pernafasan atau memantau penderita asma, sleep apnea atau penyakit paru obstruktif kronis.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Sensors.