17 February 2017 10:30 WITA

Dinkes Parepare Kawal Ibu dengan Risiko Tinggi Kehamilan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Dinkes Parepare Kawal Ibu dengan Risiko Tinggi Kehamilan
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Parepare, Kasna. Foto: Hasrul/Rakyatku.com

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare berupaya mencegah risiko kematian ibu dan bayi. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare, ada 6 kasus ibu meninggal dan 39 bayi meninggal dari 2.613 persalinan di tahun 2016.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Parepare, Kasna, pengawalan dan pendampingan ibu dengan risiko tinggi kehamilan akan dilakukan sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan anak.

Baca juga:

"Begitu diketahui berisiko, contoh terkait gizi misalnya, akan dipantau hingga selesai masa nifas selama 42 hari dan dianggap sudah aman," kata dia, Jumat (17/2/2017).

Sementara untuk bayi yang gizinya kurang, tambah dia, terus dikawal hingga bisa memenuhi pemenuhan gizi. "Supaya tidak kekurangan gizi, yang akan berdampakan menjadi gizi buruk. Sehingga, kami menegaskan hal tersebut tidak boleh terjadi," jelas dia.

Baca juga:

Dia bilang, kurangnya kesadaran ibu hamil untuk mengontrol kandungannya menjadi penyebab utamanya banyaknya kasus kematian ibu dan anak.

"Apalagi kita di Puskesmas membuka kelas ibu hamil. Selain itu kita juga siapkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang di dalamnya ada panduan ibu hamil dan anak umur 5 tahun."

???????

Kepala Dinkes Parepare, dr Muhammad Yamin mengatakan, inovasi dan terobosan pada pencapaian-pencapaian pelayanan terbaik kepada masyarakat akan terus dikembangkan. Apalagi, kata dia, pemerintah Parepare sangat serius dalam pelayanan kesehatan di kota kelahiran BJ Habibie tersebut.

"Kami akan terus memantau kinerja jajaran dan petugas kami di lapangan. Serta memastikan masyarakat telah memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal," kata dia.