16 February 2017 14:22 WITA

Wabah Bakteri Tikus Ditemukan di New York, Menewaskan Satu Orang

Editor: Suriawati
Wabah Bakteri Tikus Ditemukan di New York, Menewaskan Satu Orang
INT

RAKYATKU.COM - Sebuah wabah bakteri langka yang dikaitkan dengan tikus ditemukan di New York City. Bakteri ini telah meginfeksi tiga orang, salah satu di antaranya meninggal.

Menurut Department of Health and Mental Hygiene New York City, tiga orang ini tinggal dalam satu blok yang sama di Bronx. Mereka didiagnosis dengan leptospirosis dalam dua bulan terakhir, setelah mereka sakit parah. 

BACA JUGA: Dokter Keluarkan Cacing Pita 1,8 Meter dari Mulut Pasien

"Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang paling sering ditularkan melalui kontak dengan urine tikus dan sangat jarang menyebar dari orang ke orang. Penyakit ini bisa serius, tapi dapat diobati dengan antibiotik," kata Departemen itu.

Dua dari pasien didiagnosis pada bulan Desember dan satu lagi didiagnosis pada bulan Februari, setelah mereka dirawat di rumah sakit dengan liver akut dan gagal ginjal.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans, yang ditemukan di alam. Bakteri dapat menyebabkan infeksi jika mereka masuk ke tubuh melalui mata, hidung, mulut atau melalui luka. 

Ini sering disebarkan oleh tikus atau air seni hewan lain dan dapat menyebabkan demam, sakit kepala, menggigil, muntah atau diare. 

Dalam kasus yang jarang, penyakit ini menyebabkan komplikasi parah di ginjal atau hati yang dapat mengakibatkan kegagalan organ dan kematian.

New York City mencatat 26 kasus leptospirosis antara tahun 2006 hingga 2016, rata-rata antara satu sampai tiga kasus per tahun.

Sekarang, pemerintah kota menyarankan warga untuk menghindari kontak dengan tikus atau tempat yang kemungkinan telah dikencingi tikus, mencuci tangan dengan sabun dan air, serta memakai sepatu dan alat pelindung jika berada di arera bertikus.