Senin, 30 Januari 2017 12:06 WITA

Ilmuan Temukan Masih Ada Kehidupan setelah Kematian

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ilmuan Temukan Masih Ada Kehidupan setelah Kematian
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Penelitian mengenai adanya kehidupan setelah kematian sudah lama dilakukan kelompok-kelompok ilmuan. Namun hasilnya kerap nihil.

Selama ini diyakini otak akan menghentikan seluruh aktivitas tubuh setelah tiga puluh detik jantung berhenti memompa. Di saat itulah, orang disebut meninggal dunia atau mengalami kematian.

Namun baru-baru ini, studi dari University of Southampton menunjukkan, rupanya orang yang telah dinyatakan meninggal masih memiliki kehidupan sampai tiga menit.

Penelitian yang melibatkan sekira 2000-an orang yang mengalami gagal jantung ini cukup membuat terhenyak.

"Bertentangan dengan persepsi umum, kematian bukanlah momen tertentu tetapi sebuah proses yang berpotensi reversibel yang terjadi setelah penyakit parah atau kecelakaan menyebabkan jantung, paru-paru dan otak untuk berhenti berfungsi," ujar ketua peneliti, dr Sam Parnia, dikutip dari Express.co.uk, Senin (30/1/2017).

Loading...

"Jika upaya yang dilakukan untuk membalikkan proses ini, disebut sebagai 'serangan jantung'. Namun jika upaya ini tidak berhasil itu disebut 'kematian'."

Dari 2.060 pasien yang berasal dari Austria, Amerika Serikat, dan Inggris diwawancarai untuk studi ini, hampir 40 persen mengatakan bahwa mereka ingat beberapa bentuk kesadaran setelah dinyatakan meninggal secara klinis.

"Ini menunjukkan lebih banyak orang mungkin memiliki aktivitas mental awalnya. Tapi kemudian kehilangan kenangan mereka setelah pemulihan, baik karena efek dari cedera otak atau obat penenang pada memori recall."

Loading...
Loading...