Selasa, 10 Januari 2017 14:10 WITA

Apakah Asap Vape Berbahaya Bagi Orang Yang Menghirupnya?

Editor: Suriawati
Apakah Asap Vape Berbahaya Bagi Orang Yang Menghirupnya?
INT

RAKYATKU.COM - Akhir akhir ini semakin banyak orang yang beralih ke rokok elektrik atau vape. Tapi apakah asap yang dikeluarkan rokok elektrik berbahaya, seperti asap rokok tembakau?

Pada dasarnya, rokok elektrik tidak bisa dikategorikan sebagai rokok, karena tidak mengeluarkan asap, melainkan hanya uap. Vape memproduksi uap melalui sistem pemanasan.

baca juga: Penjelasan Dokter Soal Bahaya Rokok Elektrik

Tapi, seorang peneliti dari Fraunhofer Institute di Jerman mengatakan: “menganggap asap vape yang dilepaskan ke udara hanya berupa uap air tidak sepenuhnya tepat.” 

Dilansir dari Washington Post, Tobias Schripp, menjelaskan bahwa cairan yang digunakan pada beberapa perangkat vape terdiri dari empat bahan utama: propilen glikol, gliserin nabati, nikotin, perasa tambahan, dan mungkin juga mencakup bahan kimia lainnya. Setelah dipanaskan, cairan tersebut menguap menjadi kabut asap.

Schripp menambahkan, selain partikel uap air, asap vape juga mengandung partikel nikotin ultra-halus, senyawa polutan organik yang mudah menguap, dan hidrokarbon karsinogenik lainnya ke udara. Fakta ini menunjukkan bahwa rokok elektrik tidak sepenuhnya bebas polusi.

Selain itu, kebanyakan pakar kesehatan berspekulasi bahwa paparan polutan dari rokok elektrik mungkin bisa memicu masalah kesehatan. Itu karena partikel super halus yang terangkut bersama asap mungkin bisa menumpuk di paru-paru. 

Perlu diketahui bahwa paparan partikel super halus dapat memperburuk masalah pernapasan yang diderita seseorang seperti asma. Ini juga bisa menyempitkan pembuluh darah, dan memicu serangan jantung.

Apakah Asap Vape Berbahaya Bagi Orang Yang Menghirupnya?“Asap vape menghasilkan efek ringan pada paru-paru, termasuk peradangan dan kerusakan protein,” kata Dr Thomas Sussan, asisten ilmuwan di Departemen Ilmu Kesehatan Lingkungan di Bloomberg School.

Dalam sebuah penelitian, Sussan dan rekannya menemukan adanya peningkatan kerentanan sistem imun dan infeksi pernapasan pada tikus percobaan. Ini dilakukan dengan menempatkan tikus dalam ruangan berisi asap vape. Beberapa tikus yang terkena asap vape bahkan dilaporkan meninggal pada akhir penelitian.