Minggu, 01 Januari 2017 07:00 WITA

Penjelasan Dokter Soal Bahaya Rokok Elektrik

Editor: Vkar Sammana
Penjelasan Dokter Soal Bahaya Rokok Elektrik

RAKYATKU.COM - Rokok elektrik atau biasa disebut vape sedang menjadi tren di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Beralihnya mereka ke rokok elektronik didasari oleh anggapan bahwa rokok tembakau berbahaya bagi kesehatan. Benarkah rokok elektrik lebih aman bagi kesehatan dibanding rokok biasa?

Awalnya, rokok elektrik ini memang diciptakan untuk memberikan solusi bagi Anda yang ingin tetap mengisap rokok, namun bisa menjaga kesehatan badan dan terhindar dari penyakit berbahaya dan mematikan.

Tapi, hasil temuan dari para ahli kesehatan di Jepang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.

Menurut sebuah studi yang baru diterbitkan dalam jurnal Tobacco Control, cairan rokok eletrik yang mempunyai berbagai macam rasa lebih berbahaya dari yang biasa, karena uap yang dihasilkan cairan yang berbagai macam rasa itu mempunyai tingkat toksisitas yang sangat tinggi.

Apa Kandungan yang Ada di Dalam Rokok Elektrik?

Nikotin

Nikotin adalah zat yang ada pada daun tembakau dan berfungsi sebagai perangsang serta memberikan efek candu.

Gliserin

Zat ini digunakan pada formulasi farmasi, cairan manis yang dianggap tidak beracun ini sering pula dipakai oleh industri makanan. Gliserin cairan kental tidak berbau dan juga tidak berwarna, fungsinya adalah sebagai pengantar rasa dalam penggunaan rokok elektrik.

Propilen glikol

Merupakan cairan senyawa yang tidak berwarna dan tidak berbau, tapi memiliki rasa agak manis. Senyawa ini aman, namun jika digunakan dalam kadar yang rendah.

Selain itu, WHO (World Health Organization) juga memberitahukan bahaya dari rokok elektrik ini dan juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya. Serta, melarang menjualnya kepada anak-anak dan ibu hamil.

BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) juga memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman. Karena, produk ini mengandung zat pripolen glikol, dieter glikol, nikotin, dan gliserin pada cairannya. Selain itu, produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya.

Tags