29 December 2016 07:01 WITA

Waspada, 5 Kanker Ini Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seksual

Editor: Jumardin Akas
Waspada, 5 Kanker Ini Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seksual

RKYATKU.COM - Tak banyak dari kita yang sadar bahwa kanker adalah salah satu penyakit yang bisa ditularkan.

Salah satu penularan kanker bisa lewat hubungan seksual.  Sehingga, anda patut waspada terhadap pasangan. Apalagi, bagi yang sering berganti.

Berikut adalah daftar dari beberapa jenis kanker yang dapat menyebar melalui kontak seksual yang disadur dari meetdoctor:

Kanker Mulut

Kanker mulut merupakan kanker yang terjadi pada kepala, mulut dan tenggorokan. Menurut Oral Cancer Foundation, sekitar 48.000 orang Amerika didiagnosis dengan kanker mulut setiap tahun dan setiap dari mereka, sekitar 9.500 akan mati. Hal itu tergantung pada jenis dan bagaimana perkembangan sel kanker yang dialami. Operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi adalah pilihan pengobatan yang paling umum untuk bentuk-bentuk kanker mulut tersebut.

HPV adalah penyebab utama kanker tenggorokan. Ketika terjadi kontak antara virus dengan sel-sel epitel kulit dan mukosa melalui seks oral, maka hal itu dapat menyebabkan kanker. Untungnya, menurut Oral Cancer Foundation, kanker yang disebabkan oleh HPV juga lebih responsif terhadap pilihan pengobatan dari segala bentuk kanker mulut yang ada.

Kanker Dubur

Dalam kasus kanker dubur, sel-sel ganas terbentuk di jaringan dari anus. Menurut The National Institute of Health, HPV merupakan penyebab seseorang berisiko terkena kanker dubur dan sebagian besar kasus kanker anal sel skuamosa adalah bentuk kanker yang paling umum.

Tanda-tanda kanker dubur adalah perdarahan pada dubur, benjolan yang ditemukan di dekat anus, dan perubahan gerakan usus besar. Pengobatannya tergantung pada stadium kanker. Kanker dubur ini paling sering diobati dengan operasi, terapi radiasi atau kemoterapi.

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan penyebab umum kematian nomor satu bagi wanita Amerika. Tetapi, jumlah wanita yang meninggal karena kanker serviks telah menurun drastis sejak dilakukan langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada serviks (leher rahim) atau yang biasa disebut Pap Smear. 

Menurut The American Cancer Society, dokter percaya bahwa seorang wanita yang menderita kanker serviks sudah pasti terinfeksi HPV. Meskipun kemungkinan bisa saja disebabkan karena virus yang berasal dari mainan seks ataupun peralatan olahraga. 

Seorang wanita juga bisa terinfeksi HPV karena melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang terinfeksi. Pengobatan kanker serviks biasanya dapat dilakukan dengan cara dirawat dengan baik,  radiasi atau kemoterapi, tergantung pada stadium kankernya.

Kanker Penis

Kanker penis biasa juga dikenal sebagai kanker prostat. Menurut The American Cancer Society, ada sekitar 2.030 kasus baru terkait kanker penis dalam setahun dan ada 340 kasus kematian yang disebabkan oleh kanker penis.
 Cancer Research UK melaporkan bahwa meskipun HPV bukan satu-satunya penyebab kanker penis, 47 persen pria dengan kanker penis juga memiliki infeksi HPV. Tanda-tanda kanker penis yaitu terdapat luka pada penis, penis yang berwarna kemerahan, iritasi, pendarahan atau terdapat benjolan pada penis. Kanker ini dapat diobati, baik melalui pembedahan untuk mengangkat pertumbuhan kanker ataupun melalui pengobatan dengan radiasi.

Kanker Vagina dan Kanker Vulva
 
Kanker vagina meliputi kanker pada saluran vagina, sedangkan kanker vulva adalah kanker yang menyerang bagian luar sistem reproduksi wanita. Menurut The American Cancer Society, lebih dari setengah dari semua kanker vulva itu pasti berkaitan dengan infeksi HPV dan infeksi HPV itu juga meningkatkan resiko tumbuhnya sel kanker vagina.
 Pada saat ini, satu-satunya cara yang telah terbukti untuk menularkan virus ini adalah melalui aktivitas seksual.

 Tanda-tanda awal kanker vagina yaitu terdapat benjolan ada vagina, pendarahan yang tidak normal atau saat melakukan hubungan intim, keluarnya cairan putih yang mengandung darah dan berbau, sedangkan tanda-tanda awal kanker vulva yaitu nyeri di area vulva atau sakit saat berhubungan intim atau saat sedang buang air kecil, keluar darah atau cairan putih yang tidak normal di luar masa menstruasi. Kedua kanker ini dapat disembuhkan apabila bisa dideteksi secara dini, pengobatannya pun biasanya melalui radiasi atau kemoterapi.
  

Tags
Seks