Kamis, 22 Desember 2016 07:31 WITA

Aspek Psikologi "Om Telolet Om" Bagi Anak-anak

Editor: Jumardin Akas
Aspek Psikologi

RAKYATKU.COM - Fenomena Om Telolet Om tengah booming seantaro dunia. Banyak tokoh ternama internasional mulai musisi maupun pemain sepakbola yang ikut-ikutan membuat postingan soal Om Telolet Om.

Namun, menelisik dari asal mulanya, Om Telolet Om hanyalah sebuah ekspresi kebahagiaan khas anak-anak yang sangat murni. 

Hanya dengan meminta sopir bus antar kota untuk menyalakan suara klakson yang khas, anak-anak sudah bisa tertawa dan berbahagia. 

Banyak orang-orang dewasa yang bahkan mulai ikut melakukan kegiatan ini dan bisa tertawa lepas setelahnya. Apakah fenomena Om Telolet Om ini bisa menjadi tren terbaru pengusir stress?

Dilansir Doktersehat.com. pakar psikologi anak bernama Ratih Zulhaqqi menyebutkan jika anak-anak mudah tertarik dengan suara-suara dengan nada yang menarik, warna-warna cerah, dan segala sesuatu yang membuat mereka aktif bergerak. 

Karena alasan inilah fenomena Om Telolet Om ini menjadi hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. 

Menurut Ratih, anak-anak yang meminta sopir bus untuk membunyikan klaksonnya ini bisa mendapatkan rasa bahagia yang sama layaknya mereka mendapatkan hadiah, jajanan, atau bahkan mainan dari orangtuanya.

Menurut Ratih, sensori proses pada otak anak sebenarnya ada 7 macam. Namun, fenomena Om Telolet Om ini bisa merangsang sensori visual dan auditorinya dan bisa membuat mereka merasakan kebahagiaan.

Meskipun bisa membuat anak-anak merasakan kebahagiaan, Ratih menyoroti faktor keamanan dari anak-anak yang ikut dalam fenomena Om Telolet Om ini. Banyak anak-anak yang bahkan melakukan selfie di pinggir jalan raya atau di depan bus antar kota yang tentu akan sangat membahayakan. 

Selain itu, karena berada di jalan raya dalam waktu yang lama, anak-anak juga beresiko terpapar polusi udara dan berbagai zat beracun berbahaya yang bisa memicu masalah kesehatan pada saluran pernafasannya.

Tags