Selasa, 30 Agustus 2016 13:06 WITA

Pria ini Bersedia Jadi Sukarelawan Transplantasi Kepala Pertama

Editor: Suriawati
Pria ini Bersedia Jadi Sukarelawan Transplantasi Kepala Pertama
Ilustrasi: Shutterstock

RAKYATKU.COM - Seorang pria Rusia telah mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk transplantasi kepala pertama di dunia. Ini akan dilakukan oleh dua dokter bedah Italia dan Cina pada awal tahun depan. 

Bukan tanpa alasan, Valery Spiridonov (31) menderita penyakit Werdnig-Hoffmann, yang memaksanya harus menggunakan kursi roda. Penyakit ini genetik dan biasanya fatal, karena membunuh sel-sel neuron motorik.

Baca juga: Facebook dan Twitter Bisa Mengurangi Diabetes Pada Lansia

Spiridonov melihat transplantasi kepala sebagai satu-satunya harapan. Dia mengatakan kepada The Atlantic bahwa "menghilangkan semua bagian yang sakit kecuali kepala akan menjadi pekerjaan yang besar dalam kasus saya. Saya tidak bisa melihat cara lain untuk mengobati diri."

Pria ini Bersedia Jadi Sukarelawan Transplantasi Kepala Pertama Valery Spiridonov

Inisiatif untuk transplantasi adalah gagasan dari ahli bedah saraf Italia Dr. Sergio Canavero. Dia telah lama ingin melakukan transplantasi kepala, sejak 2013. 

Pada 2015, Dr. Canavero melakukan transplantasi kepala pada monyet, dan hewan primata itu berthan hidup selama 20 jam setelah operasi.

loading...

Baru-baru ini, Dr. Canavero merekrut ahli bedah Cina Xiaoping Ren, yang sukses melakukan transplantasi tangan pertama.

Untuk transplantasi kepala, ini dikabarkan akan menelan biaya antara $ 10 juta dan $ 100 juta (Rp133 miliar - 1,3 triliun).

Selain itu, tim dokter harus mencari pasien mati otak yang keluarganya menyetujui prosedur transplantasi. 

Dr. Canavero berencana untuk mendinginkan tubuh dan kepala. Lalu Ia akan menggunakan sebuah derek custom-made untuk menggeser kepala Spiridonov yang tergantung pada tali Velcro, menuju ke leher tubuh pendonor. 

Kedua ujung sumsum tulang belakang kemudian akan menyatu bersama dengan bahan kimia yang disebut polyethylene glycol, atau PEG, yang telah terbukti merangsang pertumbuhan kembali sel-sel yang membentuk tulang belakang.

Otot-otot dan darah pasokan dari tubuh donor kemudian akan bergabung dengan kepala Spiridonov, dan ia akan mengalami koma selama tiga sampai empat minggu untuk mencegah gerakan saat ia sembuh. 

Loading...
Loading...