Minggu, 12 April 2020 11:00 WITA

Bisakah Virus Corona Menginfeksi Orang Dua Kali? 

Editor: Abu Asyraf
Bisakah Virus Corona Menginfeksi Orang Dua Kali? 
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Ketika para pejabat kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk memerangi pandemi virus corona, banyak pertanyaan tentang efek pada sistem kekebalan tubuh yang belum terjawab.

Vaksin untuk perawatan masih dalam tahap pengujian awal. Jika penelitian berjalan dengan baik, vaksin yang tersedia untuk masyarakat umum masih lebih dari setahun lagi.

Satu yang diketahui bahwa virus hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang. Akan hilang dalam beberapa pekan.

Orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang punya penyakit lain, lebih rentan terhadap virus. Gejalanya bisa lebih parah dan berisiko lebih meninggal dunia.

Studi menunjukkan bahwa jika pasien sehat yang pulih dari Covid-19 cenderung kebal dari penularan virus lagi.

Melalui proses "memori kekebalan", sistem kekebalan tubuh pasien yang pulih akan menyebabkan antibodi untuk menghancurkan patogen dari menginfeksi tubuh lagi jika terdeteksi.

Namun, beberapa mikroba tidak mudah terdeteksi. Kekebalan terhadap virus ini dapat berkurang dalam beberapa bulan. 

loading...

Pertanyaannya: bisakah orang terinfeksi dengan virus corona dua kali? Pada tahap awal penelitian ini, tidak ada konsensus yang tercapai.

Di Korea Selatan awal pekan ini, 51 orang yang pulih dari virus corona dilaporkan telah dites positif lagi.

Jeong Eun-kyeong, direktur jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), mengatakan virus itu kemungkinan aktif kembali setelah pasien kembali ke rumah.

Orang yang dites tersebut berasal dari pusat penyebaran virus corona Korea Selatan di Daegu.

Tetapi pertanyaannya berikutnya, apakah orang-orang terinfeksi kembali setelah pulang dari rumah sakit atau memang belum sepenuhnya pulih ketika mereka dibebaskan dari karantina.

Sebuah studi pendahuluan dari China mengatakan, orang yang selamat dari Covid-19 mungkin memiliki tingkat antibodi pelindung yang tidak terdeteksi terhadap jenis virus lain.

Loading...
Loading...