Selasa, 28 Januari 2020 18:14 WITA

Telinga Balita 4 Tahun Melepuh dan Berdarah Akibat Dicium Penderita Flu

Editor: Fathul Khair Akmal
Telinga Balita 4 Tahun Melepuh dan Berdarah Akibat Dicium Penderita Flu
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Orangtua pasti berusaha menjaga anaknya agar tak jatuh sakit. Seperti Lauren Redfern, seorang ibu 31 asal Inggris tahun yang memeringatkan orangtua lainnya agar tak membiarkan anaknya dipeluk dan dicium sembarang orang.

Lauren Redfern memeringatkan hal itu setelah merasa bersalah tak bisa menjaga anaknya yang berusia 4 tahun. Karena, anaknya menderita virus herpes yang menyerang telinganya.

Ia pun menceritakan awal mula anak balitanya menderita virus herpes simpleks (HSV) ketika seseorang yang menderita flu mencium anaknya saat baru lahir. Hal itu membuat telinga anaknya bengkak dan melepuh.

"Ini kondisi telinga anakku karena dicium oleh orang yang sedang sakit flu. Saya hanya ingin menunjukkan kepada orang-orang betapa berbahaya virus herpes simplek. Kondisi anak saya lebih buruk daripada yang terlihat," kata Lauren dikutip dari The Sun.

Akibatnya, anaknya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 4 hari dan diberi antibiotik melalui infus. Karena telinga anaknya merasa terlihat seperti terbakar, melepuh dan berdarah akibat herpes simpleks.

Bahkan dokter mengatakan bahwa anaknya akan memiliki virus HSV selama sisa hidup. Gejalanya pun akan terus menyala ketika sistem kekebalan tubuh melemah serta kelelahan.

"Dia mengalami rasa sakit yang parah untuk bayi. Apalagi herpesnya seperti terbakar, lecet, berdarah dan dia terus menangis," ujarnya.

loading...

Lauren mengatakan bahwa anaknya sampai kesulitan berbaring akibat kondisinya. Apalagi dokter memberi tahu kalau anakku akan memiliki penyakit ini sepanjang hidupnya. Penyakit ini seperti sepsis yang akan memburuk ketika dia kelelahan," jelas Lauren.

Karena itu, Lauren meminta semua orang agar tak sembarangan menyentuh, memeluk dan mencium bayi baru lahir, terutama jika seseorang sedang sakit.

"Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian pada bayi yang baru lahir. Bayiku harus menderita penyakit ini selama sisa hidupnya," tuturnya.

Lauren bercerita anaknya adalah sosok yang cukup aktif dan senang bermain. Ia baru menyadari anaknya menderita herpes simpleks ketika berusia 6 bulan.

Saat itu terasa memilukan melihat anaknya kesakitan. Apalagi anaknya harus mengalami kesakitan akibat penyakit itu setiap dua hingga tiga kali setahun.

Loading...
Loading...