Kamis, 23 Januari 2020 14:03 WITA

Kenali ciri dan Penanganan Stunting, RSUD Bulukumba Edukasi Pasien dan Pengunjung

Penulis: Rahmatullah
Editor: Adil Patawai Anar
Kenali ciri dan Penanganan Stunting, RSUD Bulukumba Edukasi Pasien dan Pengunjung

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang bekerjasama dengan dokter Instalasi Gizi RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, memberikan penyuluhan terkait pencegahan Stunting ke masyarakat.

Penyuluhan yang digelar di ruang tunggu poli pelayanan diikuti oleh puluhan pasien rawat jalan, Kamis (23/1/2021).

Di hadapan para pengunjung RSUD dan pasien poli, Dokter Spesialis Gizi RSUD Bulukumba, dr. Rismayanti Waris, Sp.Gz, menjelaskan, Stunting merupakan suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan usia normalnya.

Dengan kata lain, anak tersebut mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

"Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis maupun menahun, terutama dalam 1.000 hari pertama sejak janin dalam kandungan sampai anak usia dua tahun," ucap dr. Rismayanti Waris, Sp.Gz.

Kenali ciri dan Penanganan Stunting, RSUD Bulukumba Edukasi Pasien dan Pengunjung

Namun menurut dokter yang kesehariannya sebagai kepala instalasi gizi itu, mengakui bahwa hal ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu kalau anaknya kekurangan gizi, terutama di usia di bawah 2 tahun. Sehingga hal tersebut harus segera ditangani agar pertumbuhannya kembali normal.

"Agar pertumbuhan tinggi badan anak tidak terhambat, dan terhindar dari  stunting, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting," katanya.

loading...

Ia melanjutkan, seperti memperhatikan asupan gizi bayi sejak dalam kandungan atau pemenuhan gizi seimbang. Termasuk ibu hamil tersebut tidak boleh mengalami anemia atau kekurangan darah serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Setelah anak lahir berikan ASI, vaksinasi, dan asupan makanan yang seimbang sesuai dengan usianya," tandas dr. Risma

Selain penyuluhan Stunting, juga diadakan demo kuliner yang diperagakan oleh petugas gizi RSUD Bulukumba.

Dalam demo kuliner tersebut, petugas gizi menghidangkan makanan yang tinggi serat dan nilai gizinya. Kemudian makanan tersebut dibagikan kepada setiap pasien pada poli rawat jalan.

"Bahwa penyuluhan kesehatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh rumah sakit, bukan hanya terkait gizi namun juga terkait sub ilmu kesehatan lain," jelasnya.

Secara khusus, dr. Risma sapaannya, menyampaikan bahwa penyuluhan yang digelar tersebut adalah dalam rangka menyambut Hari Gizi Nasional yang Ke-60. Dimana diperingati pada 25 Januari setiap tahunnya. Dengan tema Cegah STUNTING dengan Intervensi Gizi Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Loading...
Loading...