Jumat, 13 Desember 2019 00:30 WITA

Penyakit Langka, Pria Ini Terpaksa Mengamputasi Ujung Penisnya yang Membusuk

Editor: Fathul Khair Akmal
Penyakit Langka, Pria Ini Terpaksa Mengamputasi Ujung Penisnya yang Membusuk
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Seorang pria 43 tahun, harus mengamputasi ujung penisnya. Karena penyakit langka. Kondisi langka tersebut, membuat daging ujung penisnya membusuk.

Sebelumnya, pria yang tak disebutkan namanya ini, menjalani perawatan dialisis. Untuk gagal ginjal di sebuah rumah sakit, di Australia Selatan.

Tetapi selama pemeriksaan, petugas medis memperhatikan, bahwa ujung penis pria tersebut telah memutih dan muncul bintik-bintik hitam.

Ahli bedah langsung menyadari, itu adalah gangren dan daging mati yang harus segera dipotong. Untuk mencegah penyebarannya.

Dalam sebuah laporan kasus BMJ, petugas medis menjelaskan, pria itu telah mengembangkan penyakit langka. Yang disebut penis caliphylaxis.

Kondisi ini, merupakan penumpukan simpanan kalsium, dalam pembuluh darah kecil. Yang menyebabkan penis menyempit dan memutuskan sirkulasi.

Penyakit ini, bisa menyebabkan jaringan sekarat. Dan gangren bisa menyebar cepat, jika tak segera ditangani serta disembuhkan.

Dilansir dari himedik.com, Calciphylaxis dapat disebabkan, oleh penyakit ginjal kronis. Karena organ-organ berhenti menyaring kalsium keluar dari darah.

Dalam hal ini, petugas medis yang dipimpin oleh dr Rowan David mengatakan, pria itu beruntung selamat dari kondisi tersebut. Karena hal itu merupakan penyakit mematikan yang membunuh sekitar 6 dari 10 pasien.

"Mayoritas pasien yang mengembangkan calciphylaxis penis berkembang menjadi gangren dan sepsis," kata dr. Rowan David.

Pada kasus kali ini, luka pria tersebut makin parah setelah operasi darurat untuk menghilangkan dagingnya yang membusuk. Sehingga ia membutuhkan operasi lanjutan untuk menghilangkan seluruh ujung penisnya.

Beruntungnya, tim medis berhasil merekonstruksi dengan cangkok kulit selama 4 hari. Terlepas dari semua kondisi yang dialaminya, kondisi pria tersebut berangsur membaik setelah 2 bulan kontrol pemeriksaan.

Namun setahun setelahnya, ia kembali menjalani operasi darurat untuk mengatasi masalah usus berlubang. Tim medis mengatakan penyakit ini merupakan akibat dari calciphylaxis yang berkembang di bagian organ tubuh lainnya.

Loading...
Loading...

Berita Terkait