Selasa, 26 November 2019 07:30 WITA

Bukan Penyakitnya, Pasien Kanker Lebih Banyak Meninggal akibat Stroke

Editor: Abu Asyraf
Bukan Penyakitnya, Pasien Kanker Lebih Banyak Meninggal akibat Stroke
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Kanker disebut-sebut salah satu penyakit paling mematikan. Hasil penelitian menunjukkan, mereka "dibunuh" oleh stroke. Bukan kankernya.

Penderita kanker dua kali lebih mungkin meninggal karena stroke. Peneliti menemukan bahwa risikonya meningkat seiring waktu.

Kanker payudara, prostat atau kolorektum adalah jenis yang paling sering dikaitkan dengan stroke fatal. Begitu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker tidak akan mati karena kanker. Mereka mati karena sesuatu yang lain.

"Stroke adalah satu kemungkinan," kata peneliti studi Nicholas Zaorsky, asisten profesor di Penn State University di AS seperti dikutip dari Gulf News. 

"Temuan kami menunjukkan bahwa pasien dapat mengambil manfaat dari program skrining untuk membantu mencegah beberapa kematian dini akibat stroke, serta membantu mengidentifikasi pasien mana yang dapat kami targetkan dengan upaya pencegahan itu," lanjut dia.

Untuk temuan ini, para peneliti menggunakan data yang dikumpulkan dari program Surveilans, Epidemiologi, dan Hasil Akhir (SIER) National Cancer Institute.

SIER mencakup data tentang kejadian kanker, kelangsungan hidup, pengobatan dan usia serta tahun diagnosis, dan mencakup 28 persen populasi AS.

Mereka menggunakan data SIER pada lebih dari 7,2 juta pasien yang telah didiagnosis dengan kanker invasif - kanker yang telah menyebar di luar jaringan tempat awalnya dikembangkan - antara tahun 1992 dan 2015.

loading...

Para peneliti menemukan bahwa dari 7.529.481 pasien kanker, 80.513 meninggal karena stroke.

Laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama untuk meninggal akibat stroke, tetapi mereka yang didiagnosis dengan kanker pada usia yang lebih muda memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena stroke fatal.

Selain itu, mereka menemukan bahwa di antara mereka yang didiagnosis dengan kanker sebelum mereka berusia 40 tahun, sebagian besar stroke terjadi pada orang yang dirawat karena tumor otak dan limfoma.

Pada pasien yang didiagnosis dengan kanker di atas usia 40, stroke fatal paling sering dikaitkan dengan kanker prostat, payudara, dan kolorektum.

Satu penjelasan untuk peningkatan risiko bisa jadi bahwa banyak orang yang didiagnosis dengan kanker dalam keadaan 'prothrombotik'. Mereka lebih mungkin membentuk gumpalan darah, kata Zaorsky.

"Gumpalan darah itu kemudian bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru, misalnya, atau menyebabkan stroke jika masuk ke otak," tambah Zaorsky.

Para peneliti menambahkan bahwa penelitian di masa depan dapat membantu menentukan mekanisme dan lebih jauh membangun hubungan antara kanker dan stroke.

Loading...
Loading...