Sabtu, 23 November 2019 09:01 WITA

Berawal Dari Jilatan Anjing, Pria ini Sakit Parah Lalu Meninggal

Editor: Suriawati
Berawal Dari Jilatan Anjing, Pria ini Sakit Parah Lalu Meninggal
European Journal of Case Reports in Internal Medicine

RAKYATKU.COM - Seorang pria meninggal setelah menderita sejumlah penyakit, yang dimulai dari jilatan anjing.

Pria 63 tahun itu menghabiskan waktu lebih dari dua minggu di rumah sakit, sebelum menemui ajal. Dia mengalami kondisi termasuk pneumonia, gangren dan demam tinggi.

Dokter mengatakan bahwa pasien itu telah terinfeksi Capnocytophaga canimorsus, bakteri yang biasanya ditularkan melalui air liur, baik itu dari gigitan ataupun jilatan.

Kasus tragisnya dilaporkan dalam jurnal medis European Journal of Case Reports in Internal Medicine oleh dokter dari Rote Kreuz Krankenhaus di Bremen, Jerman.

Menurut laporan itu, ketika pria itu pertama kali pergi ke rumah sakit, ia mengalami gejala seperti flu, demam dan sesak napas.

Pada saat ia memulai perawatan medis, dia telah mengalami sepsis parah, dan membutuhkan perawatan intensif.

Dalam empat hari pertama di rumah sakit, kondisinya semakin memburuk. Itu dimulai dengan ruam di wajah, dan memar di kakinya.

Ini kemudian berkembang ke ginjal dan hatinya. Selanjutnya, darah mulai membeku di pembuluh darahnya, dan mengarah ke serangan jantung. Kulitnya juga mulai membusuk.

loading...

Setelah itu dokter memberinya bantuan hidup, tetapi kondisinya dengan cepat memburuk.

Dia mengembangkan infeksi jamur di paru-parunya, yang menyebabkan pneumonia, lepuh di seluruh tubuh dan gangren di jari-jari tangan dan kakinya.

Pemindaian juga mengungkapkan bahwa ia memiliki penumpukan cairan dalam otaknya, yang menyebabkan kerusakan permanen pada organ tersebut.

Karena itu, dokter dan keluarganya menghentikan bantuan kehidupannya. Pria itu meninggal 16 hari setelah dirawat di rumah sakit.

Menurut seorang peneliti Belanda, infeksi C. canimorsus sangat langka. Itu hanya mempengaruhi satu dari setiap 1,5 juta orang. Ini berakibat fatal pada sekitar 28 hingga 31 persen kasus.

Biasanya, hanya orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah yang bisa dipengaruhi secara serius oleh bakteri ini.  

Dalam kasus pria ini, itu mengejutkan dokter karena pria itu bahkan tidak memiliki luka terbuka saat bersentuhan dengan liar anjing.

Tags
Loading...
Loading...