Jumat, 08 November 2019 08:31 WITA

Kentut Saat Sedang Tidur, Apakah Normal?

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kentut Saat Sedang Tidur, Apakah Normal?

RAKYATKU.COM - Terkadang tanpa sengaja kita mendengar seseorang kentut atau buang angin saat sedang tidur. Sebenarnya, wajar tidak sih jika kita kentut saat sedang tidur?

Pakar kesehatan menyebut kentut sebagai hal yang normal terjadi pada pencernaan manusia. Hal ini berasal dari proses pengolahan makanan yang kita konsumsi. Saat makanan memasuki usus, akan diolah oleh bakteri dan bisa saja memproduksi sejumlah gas. Gas inilah yang bisa keluar lewat anus dan kita sebut sebagai kentut.

Meskipun seringkali dilakukan saat sedang sadar dan berdasarkan perintah otak kita, dalam realitanya kentut ternyata juga bisa keluar saat kita sedang tidak sadar atau saat sedang tidur. Biasanya hal ini disebabkan oleh otot pada anus yang rileks sehingga membuat gas kemudian keluar.

Menariknya, beberapa orang yang sedang tidur dan kemudian kentut bisa sampai terbangun akibat suara kentut yang keras. Hanya saja, seringkali mereka dibangunkan oleh orang lain di sekitarnya yang tidak nyaman dengan suara kentut tersebut.

Jika kita mengonsumsi makanan yang bisa membuat produksi kentut lebih banyak seperti sayuran dari keluarga kubis atau brokoli, kemungkinan untuk kentut saat sedang tidur akan meningkat drastis.

Beberapa Fakta Menarik Lain Tentang Kentut

Tak hanya bisa keluar saat sedang tidur, terdapat beberapa fakta lain tentang kentut yang bisa kita pelajari. Dilansir Doktersehat, berikut adalah fakta-fakta tersebut.

1. Tidak Selalu Menandakan Masalah Pencernaan

Banyak orang yang berpikir jika kentut selalu terkait dengan adanya masalah pencernaan, apalagi jika kita merasa kembung atau sering mengeluarkannya. Padahal, pakar kesehatan menyebut hal ini seringkali terjadi secara alami. Bahkan, jika kita kemudian sering kentut, seringkali hal ini hanyalah terkait dengan apa yang kita konsumsi sebelumnya.

Tak hanya beberapa jenis makanan yang bisa membuat produksi kentut meningkat, seringkali gas yang keluar saat kentut berasal dari udara yang tanpa sengaja kita telan saat makan, minum, atau berbicara.

2. Kandungan Bau Kentut

Loading...

Di dalam gas yang kita keluarkan terdapat kandungan nitrogen yang mencapai 59 persen, hydrogen yang mencapai 21 persen, karbondioksida, metana, dan oksigen. Seringkali, aroma kentut tidaklah berbau, namun jika kita mengonsumsi makanan tinggi serat atau makanan dengan kandungan sulfur tinggi seperti daging merah atau kembang kol, maka aroma kentut bisa menjadi sangat menyengat.

Hanya saja, dalam beberapa kasus aroma kentut yang sangat busuk ini juga berasal dari ketidakseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan yang sebaiknya kita waspadai.

3. Suara Kentut

Suara kentut sangatlah bergantung pada bukaan otot-otot anus yang terbuka atau bergetar. Bahkan, terkadang kita bisa secara sengaja membuat kentut menjadi bersuara sangat keras atau tidak bersuara sama sekali.

4. Frekuensi Kentut Dalam Sehari

Dalam sehari, kita bisa mengeluarkan kentut hingga setengah atau dua liter. Gas ini dikeluarkan secara bertahap dalam waktu 10 hingga 20 kali. Hanya saja, dalam beberapa kasus, frekuensi kentut ini bisa saja meningkat karena terjadi gangguan pencernaan atau mengonsumsi makanan tertentu.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai kentut yang muncul hingga lebih dari 50 kali dalam sehari. Apalagi jika disertai dengan masalah kesehatan seperti nyeri perut, diare, atau konstipasi.

5. Gas Kentut Bisa Terbakar

Hati-hati jika kita kentut di dekat dengan sumber api. Karena memiliki kandungan metana, hydrogen sulfida, serta hydrogen, bisa saja gas kentut ini terbakar. Hanya saja, kasus kebakaran akibat gas kentut sangatlah jarang terjadi.

 

Tags
Loading...
Loading...