Kamis, 31 Oktober 2019 03:00 WITA

Seks yang Aman dan Nikmat bagi Penderita Diabetes

Editor: Adil Patawai Anar
Seks yang Aman dan Nikmat bagi Penderita Diabetes


RAKYATKU.COM - Aktivitas seks yang menyenangkan terkadang mengalami gangguan kalau salah satu atau dua belah pihak memiliki kondisi kesehatan tertentu. Misal pada pria terjadi disfungsi ereksi sehingga kemampuan untuk melakukan seks dengan maksimal terganggu. Selain itu, pria juga cenderung tidak mampu mempertahankan kekerasan penis sehingga seks yang intens susah dilakukan.

Tips Seks pada Penderita Diabetes
Lebih lanjut pada wanita, gangguan bisa terjadi saat mereka mengalami keputihan patogen atau mengalami vagina kering. Seks yang dilakukan bisa terganggu sehingga kemungkinan mendapatkan orgasme dan kepuasan secara psikologi susah terjadi.

Selain gangguan di atas ada satu lagi kondisi tubuh yang menyebabkan gangguan seks lebih besar. Kondisi itu adalah diabetes. Kalau Anda atau pasangan memiliki kondisi diabetes, simak tips melakukan seks di bawah ini.

Berusaha Mengubah Ubah Pola Makan agar Sehat
Seseorang yang mengalami diabetes biasanya tidak bisa makan sembarangan. Kadar gula darah di dalam tubuh mengalami kenaikan, tubuh akan mengalami gangguan. Tubuh akan merasa lemas, pusing, dan gangguan lain yang bisa menurunkan kemampuan seks secara menyeluruh.

Kalau Anda masih melakukan seks secara rutin dan tetap aktif meski memiliki diabetes, usahakan selalu mengatur pola makan. Jangan biarkan gula darah terlalu tinggi khususnya sebelum bercinta. Kalau kadar gula darah bisa stabil setiap saat, aktivitas harian tidak akan terganggu.

Melakukan Olahraga secara Rutin
Kalau darah mengalami peningkatan gula darah, tubuh akan sering lemas sehingga pria atau wanita pun malas melakukan kegiatan agak berat. Saat seks, sensitivitas tubuh juga menurun sehingga kenikmatan yang akan didapatkan juga anjlok cukup jauh.

Agar seks tetap berjalan dengan lancar, seseorang dengan kondisi diabetes tetap disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin. Dengan melakukan olahraga rutin, mereka bisa memperlancar aliran darah khususnya yang bergerak ke kemaluan sehingga seks bisa berjalan dengan maksimal.

Menggunakan Pengaman yang Benar
Diabetes menyebabkan kadar gula darah di dalam tubuh naik dan area di sekitar vagina mengalami perubahan pH yang signifikan. Perubahan pH ini menyebabkan flora normal sering mati dan memudahkan bakteri dari luar masuk dan menyebabkan infeksi dengan cepat.

Melakukan seks dengan bantuan pengaman seperti kondom akan mengurangi risiko terjadinya infeksi. Selain itu, penis yang tidak ditutupi kondom juga kemungkinan besar membawa kotoran masuk ke dalam sehingga infeksi lanjutan bisa terjadi dan mengganggu kesehatan vagina dan sistem reproduksi secara menyeluruh.

Gunakan Pelumas Kalau Dibutuhkan
Wanita yang mengalami gangguan pada vagina dan juga kerap mengalami infeksi biasanya memiliki rongga yang kering. Tingginya gula darah di dalam tubuh menghambat produksi cairan pelumas sehingga seks yang dilakukan akan berjalan terhambat dan penuh dengan rasa sakit.

Agar tidak ada gesekan dan luka tambahan di dalam vagina, pasangan disarankan untuk menggunakan pelumas tambahan yang terbuat dari bahan air. Dengan pelumas ini seks bisa berjalan dengan lebih aman dan tetap memberikan rasa nikmat.

Loading...

Pilih pelumas yang benar-benar aman. Pelumas yang aman umumnya tidak menyebabkan gatal atau alergi pada kulit. Kalau sampai Anda mengalami masalah dengan alergi, kemaluan bisa terasa gatal dan akhirnya mengalami bengkak atau inflamasi.

Hindari Konsumsi Alkohol Berlebihan
Beberapa orang menganggap alkohol bisa menaikkan gairah seks. Padahal alkohol yang diminum sebelum bercinta bisa menyebabkan penurunan gula darah yang signifikan pada tubuh. Selain itu seks yang dilakukan juga membuat energi di dalam tubuh semakin habis.

Kalau seks yang dilakukan pada kondisi yang tidak menguntungkan seperti ini peluang pasangan merasakan lemas cukup tinggi. Bahkan kondisi gula darah yang terlalu rendah bisa membahayakan kesehatan.

Apabila alkohol sudah menjadi ketergantungan yang susah sekali diatasi, ada baiknya untuk menghubungi terapis. Semakin tidak bisa mengatur apa yang masuk ke dalam tubuh, kemungkinan besar akan memicu masalah yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Lakukan Seks di Saat yang Tepat
Lakukan seks di saat yang tepat. Jangan sembarangan semisal saat gula darah di dalam tubuh anjlok atau malah tinggi. Lakukan seks kalau gula darah di dalam tubuh dalam kondisi stabil. Tanda dari gula darah yang stabil adalah tubuh tidak mudah lemas dan gairah seksual menurun.

Kalau Anda merasa ragu dengan kondisi gula darah di tubuh, ada baiknya untuk rutin memeriksa setiap akan bercinta. Di luar sana sudah ada alat untuk mengukur gula darah manual tanpa perlu ke laboratorium.

Berusaha Memeriksakan Diri secara Rutin
Mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh setiap periode tertentu. Dengan melakukan pemeriksaan kondisi tubuh, kemungkinan besar masalah pada tubuh bisa teratasi. Anda tidak akan gampang kambuh dan produktivitas menurun.

Lakukan penjadwalan rutin untuk mengetahui kondisi tubuh. Minta dokter memberikan resep obat yang akan dikonsumsi setiap hari atau saat sedang kambuh gejala diabetesnya. Kalau Anda tidak acuh dengan kondisi diri sendiri, kemungkinan besar, seks akan terganggu.

Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan kalau memiliki pasangan dengan diabetes atau malah diri sendiri mengalaminya juga. Jangan langsung pesimis, meski punya diabetes, kehidupan seks Anda tidak akan terganggu.

Tags
Loading...
Loading...