Selasa, 22 Oktober 2019 02:00 WITA

Produk Kesehatan yang Ternyata Tidak Sehat

Editor: Nur Hidayat Said
Produk Kesehatan yang Ternyata Tidak Sehat
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Suka membeli produk yang untuk dukung kesehatan? Misalnya sabun khusus yang katanya bunuh banyak kuman, atau pasta gigi untuk cegah kerusakan gigi? Itu bisa berefek negatif bagi kesehatan.

Sabun Anti Bakterial

Orang cenderung membeli sabun anti bakterial. Nyatanya, sabun anti bakterial tidak efektif, demikian kata Profesor Elaine Larson, pakar epidemologi dari Columbia University. Sejumlah produk anti bakterial bahkan bisa sebabkan resistensi pada bakteri.

Perangkat untuk Rawat Kuku

Perangkat untuk merawat kuku kaki dan tangan kini jadi kelaziman di rumah. Namun, alat-alat ini bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran. 

Di kulit manusia juga hidup bakteri, yang bisa pindah dari kulit ke perangkat perawat kuku. Jika tidak rajin dibersihkan, alat-alat itu bahkan bisa sebabkan infeksi, ungkap Jessica Weiser, MD, pakar kulit dari New York Dermatology Group.

Kapas Pembersih Telinga

Bagian telinga memiliki "lilin telinga" (serumen) yang bermanfaat menjaga kesehatan bagian dalam telinga dari debu dan kotoran. Namun apabila menumpuk, lilin telinga bisa sebabkan gangguan. 

Untuk membersihkannya orang menggunakan kapas. Namun dengan cara itu, orang malah kerap mendorongnya lebih dalam lagi. Demikian Sujana Chandrasekhar, MD, direktur New York Otology, AS.

Loading...

Pasta Gigi dengan Pemutih

Orang gunakan pasta gigi untuk memperoleh napas segar dan melindungi dari kerusakan. Banyak pasta gigi dibuat untuk menjadikan gigi putih kembali. 

Namun bahan untuk memutihkan kerap menggerus lapisan terluar gigi dan menambah kerentanan gigi, kata Clifton M. Carey, PhD. profesor bidang kedokteran gigi di University of Colorado.

Spons untuk Mandi

Memang spons untuk mandi bisa membuat mandi jadi nikmat, tetapi orang tidak bisa mengira kuman dan kotoran apa yang ada dalam spons. 

"Ini bisa jadi lingkungan bagus untuk tumbuhnya bakteri dan jamur," kata Jessica Weiser, MD, dari New York Dermatology Group. Jika Anda memiliki luka kecil sekalipun, maka kuman dari spons bisa menyebabkan infeksi.

Sumber: Detik.com

Loading...
Loading...