Selasa, 22 Oktober 2019 03:00 WITA

Pria Mesti Kelurkan Sperma secara Rutin, Benarkah?

Editor: Nur Hidayat Said
Pria Mesti Kelurkan Sperma secara Rutin, Benarkah?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Salah satu modal pria untuk meraih masa depan bahagia adalah sperma. Cairan yang bertugas membuahi sel telur ini mesti dijaga kesehatannya agar mampu berfungsi dengan baik. 

Ada yang bilang, kesehatan sperma dapat dijaga dengan mengeluarkannya secara rutin.

Hal itu lantas ditanggapi dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KliKDokter. Menurutnya, sperma membutuhkan waktu 3–5 hari untuk matang atau dianggap siap membuahi sel telur.

“Jika pria tersebut memang memiliki pasangan, melakukan hubungan seksual secara teratur memang dianjurkan agar pengeluaran sperma yang matang bisa dilakukan. Akan tetapi, sebenarnya tubuh juga sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk mengeluarkan kelebihan protein di dalam sperma yang matang,” jelas dr. Sepriani. 

Misalnya, mimpi basah. Pria tentu sangat akrab dengan proses tersebut. Tanpa request mimpi di malam hari, keesokan paginya dia justru mendapati celananya basah akibat sperma yang keluar.

Di waktu itulah tubuh melakukan proses pembuangan protein berlebih. Dengan demikian, pengeluaran sperma tak mesti dilakukan dengan berhubungan seksual, apalagi masturbasi. 

Loading...

Bisa merugikan kesehatan
Melakukan hubungan seksual lebih baik ketimbang masturbasi. Sebab, proses pengeluaran sperma tidak terjadi melalui sebuah rangsangan yang terpaksa.

“Karena ada anggapan bahwa sperma mesti dikeluarkan secara teratur, sebagian orang cenderung memaksakan untuk masturbasi berlebihan. Padahal, itu justru berisiko bagi kesehatan,” lanjut dr. Sepri. 

Terlalu sering melakukan masturbasi malah dapat memicu disfungsi seksual dan ejakulasi dini. Jadi, bagi yang hobi masturbasi, Anda berisiko lebih cepat loyo saat melakukan hubungan seksual yang sebenarnya.

Bagi Anda yang belum punya pasangan, jangan paksakan sperma keluar sebelum waktunya, apalagi sampai melakukan masturbasi terlalu sering. Biarkan tubuh melakukan mekanismenya sendiri, agar kualitas sperma tetap terjaga dan Anda tidak mengalami disfungsi seksual maupun masalah reproduksi lainnya.

Sumber: KlikDokter

Tags
Loading...
Loading...