Senin, 14 Oktober 2019 20:25 WITA

Peluang Pelayanan Kesehatan Odha Lebih Mudah Berkat JKN-KIS

Editor: Adil Patawai Anar
Peluang Pelayanan Kesehatan Odha Lebih Mudah Berkat JKN-KIS
Akbar (26 Tahun) aktivis/relawan di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS)

RAKYATKU.COM - Akbar (26 Tahun) salah satu aktivis/relawan di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) mengungkapkan, setiap tahun banyak persoalan yang dihadapi para pendamping, maupun orang-orang yang terlibat dalam penanganan HIV/AIDS seperti dirinya.

Beruntung hal tersebut dapat diminimalisir berkat hadirnya program JKN-KIS. Akbar menjelaskan, setiap enam bulan para orang dengan HIV/AIDS atau dikenal dengan istilah ODHA harus melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan TB, darah, ginjal dan lain-lain.

“Bisa dibayangkan dengan berbagai pemeriksaan tersebut berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan teman-teman ODHA jika tidak memiliki JKN-KIS. Karena itu kami dari teman-teman YPKDS selalu menghimbau dan menyarankan baik kepada ODHA maupun pengurus YPKDS sendiri untuk memiliki kartu JKN-KIS karena manfaatnya yang sangat luar biasa," ungkap Akbar.

Sebagai peserta JKN-KIS yang telah terdaftar sejak tahun 2014, Almuni Fakultas Tekhnik ini juga berharap agar rencana penyesuaian kenaikan iuran dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. 
Karena menurutnya Program JKN-KIS ini sangat membantu utamanya bagi masyarakat yang memang telah rutin harus melakukan pemeriksaan kesehatan seperti teman-teman ODHA.

Loading...

“Sejauh ini untuk saya pribadi, Alhamdulillah saya belum pernah menggunakan kartu KIS tersebut sampai dirawat inap di Rumah Sakit, tapi untuk berobat ringan di fasilitas Kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) sudah pernah dan sejauh ini pelayanan yang saya dapatkan baik dan tidak ada biaya yang saya keluarkan. Begitupun dengan teman-teman ODHA sejauh ini cerita yang saya lihat dan dengar semuanya dilayani dengan baik," jelas Akbar. 

Akbar yang juga aktif menjadi relawan di LSM JIP (Jaringan Indonesia Positif) berharap agar program JKN-KIS dapat terus berlangsung dan mengajak masyarakat agar rutin membayar iuran dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan ODHA bisa terfasilitasi dengan baik, seperti urusan surat menyurat dan akses BPJS Kesehatan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Makassar, hingga Maret 2019, komulatif pengidap HIV/AIDS yang masuk dalam perawatan sebanyak 9.912 orang. Dari angka tersebut, tercatat sebanyak 823 pengidap yang meninggal dunia. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 6.792 orang di antaranya memenuhi syarat atau direkomendasikan untuk mengonsumsi jenis obat yang disebut antiretroviral (ARV).

Loading...
Loading...