Rabu, 02 Oktober 2019 18:01 WITA

Wakajati Sulsel Bangga Fasilitas JKN-KIS Tidak Kalah Dengan Luar Negeri

Editor: Adil Patawai Anar
Wakajati Sulsel Bangga Fasilitas JKN-KIS Tidak Kalah Dengan Luar Negeri

RAKYATKU.COM - Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Gerry Yasid mengapresiasi hadirnya program JKN-KIS di Indonesia. 

Gerry yang pernah menjabat sebagai Koordinator Jaksa Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI ini merasa puas dengan pelayanan kesehatan yang pernah Gerry dapatkan saat operasi pemasangan implan di tulang belakang lehernya.

Apresiasi tersebut Gerry sampaikan kepada beberapa pejabat instani pemangku kepentingan saat menghadiri forum Kepatuhan yang digelar oleh BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sulselbatramal beberapa waktu lalu

“Penuhilah kewajiban-kewajiban kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik. Negara telah menghadirkan program JKN-KIS ditengah-tengah kita, bersama dengan BPJS Kesehatan mari kita bersama-sama memberikan sumbangsih untuk program JKN-KIS ini”, ajak Gerry kepada para kepala dinas yang hadir dalam forum kepatuhan tersebut.

Loading...

Sosok Jaksa yang dikenal tegas dan professional ini juga menambahkan, walaupun dirinya adalah pejabat eselon II, Gerry percaya pelayanan Kesehatan yang ada di Indonesia sudah bagus dan tidak kalah saing dengan pelayanan Kesehatan yang ada diluar Negeri.
 
“Beberapa waktu yang lalu, saraf leher saya ada yang terjepit sehingga saat itu saya diharuskan untuk menjalani operasi pemasangan implan di bagian tulang leher. Sebagai seorang Wakajati sebenarnya saya bisa saja berobat dengan biaya sendiri dan fasilitas yang terbaik tapi saya percaya fasilitas JKN-KIS dan kemampuan Rumah Sakit di Indonesia khususnya di Kota Makassar. Saya pun menjalani operasi dan menjadi pasien pertama di Rumah Sakit Makassar yang melakukan operasi pemasangan implan tersebut”, cerita Jaksa yang memiliki banyak pengalaman dan prestasi ini. 

Di masa jabatanya, Gerry pernah menangani beberapa kasus besar di Sulsel sebelum ditarik ke Kejagung. Sepak terjang Gerry Yasid dalam pencegahan serta penindakan tindak pidana korupsi (tipikor) tidak diragukan lagi. Dari data yang dihimpun, saat menjabat Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, tahun 2014 silam, Gerry menangani ratusan perkara tindak pidana khusus (Pidsus). 

Di tahun itu, ada 131 perkara dalam tahap penyelidikan serta 102 kasus ditingkat penyidikan di Sulselbar dan tahun 2015, Gerry  kembali menangani 112 perkara dalam tahap penyidikan di wilayah Sulselbar yang berhasil dituntaskan dan nilai keuangan negara yang berhasil diselamatkan Rp 53,3 miliar.

Loading...
Loading...