Selasa, 10 September 2019 13:54 WITA

WHO: Satu Orang Meninggal Setiap 40 Detik Karena Bunuh Diri

Editor: Suriawati
WHO: Satu Orang Meninggal Setiap 40 Detik Karena Bunuh Diri
INT

RAKYATKU.COM - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) satu orang meninggal setiap 40 detik, karena bunuh diri. Secara keseluruhan, hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun.

Oleh karena itu, WHO menekankan bahwa negara-negara perlu berbuat lebih banyak untuk menghentikan kematian yang dapat dicegah ini.

"Setiap kematian adalah tragedi bagi keluarga, teman, dan kolega. Namun bunuh diri dapat dicegah. Kami menyerukan semua negara untuk memasukkan strategi pencegahan bunuh diri yang terbukti ke dalam program kesehatan dan pendidikan nasional secara berkelanjutan," kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dikatakan bahwa hanya 38 negara yang memiliki strategi pencegahan bunuh diri.

Di seluruh dunia, lebih banyak pria bunuh diri daripada wanita, kata WHO. Perbandingannya adalah 7,5 kematian bunuh diri per 100.000 wanita dan 13,7 bunuh diri per 100.000 pria.

Menurut WHO, meskipun 79% dari bunuh diri dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, negara berpenghasilan tinggi memiliki tingkat tertinggi, yaitu 11,5 per 100.000 orang.

"Hampir tiga kali lebih banyak pria daripada wanita yang mati karena bunuh diri di negara-negara berpenghasilan tinggi, berbeda dengan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana angka ini lebih setara," kata pernyataan WHO.

Loading...

"Bunuh diri adalah penyebab kematian nomor dua di antara kaum muda berusia 15-29 tahun, setelah cedera di jalan."

WHO mengatakan satu cara untuk menurunkan tingkat bunuh diri global adalah dengan membatasi akses ke pestisida.

Sebagai contoh, di Sri Lanka, serangkaian larangan penggunaan pestisida yang sangat berbahaya menyebabkan penurunan bunuh diri sebesar 70%, menyelamatkan sekitar 93.000 jiwa dari tahun 1995 hingga 2015.

Demikian pula, di Korea Selatan, larangan terhadap paraquat herbisida menyebabkan penurunan 50% dalam kematian bunuh diri akibat minum racun dari 2011 hingga 2013.

Langkah-langkah lain yang menurut WHO telah membantu mengurangi bunuh diri termasuk mendidik media tentang cara melaporkan bunuh diri, mengidentifikasi orang-orang yang berisiko mengakhiri hidupnya dan membantu kaum muda membangun keterampilan yang membantu mereka mengatasi tekanan hidup.

Loading...
Loading...