Kamis, 08 Agustus 2019 21:21 WITA

Minum Jus Nanas Secara Teratur Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi

Editor: Adil Patawai Anar
Minum Jus Nanas Secara Teratur Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi

RAKYATKU.COM - Salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak menyerang masyarakat Indonesia adalah kolesterol tinggi. Masalahnya adalah penyakit ini bisa memicu dampak yang jauh lebih serius layaknya penyakit jantung dan stroke yang berpotensi mematikan. Demi menurunkannya, banyak orang yang mengonsumsi bahan-bahan alami seperti jus nanas. Sebenarnya, apakah jus nanas memang bisa menurunkan kolesterol?

Khasiat jus nanas dalam menurunkan kolesterol tinggi
Sebenarnya, selain dijadikan jus, nanas juga bisa dikonsumsi secara langsung. Intinya adalah, apapun bentuk pengolahan dari nanas asalkan dibuat dari buah yang kondisinya masih segar dianggap bisa menurunkan kadar kolesterol darah.

Pakar kesehatan ternyata membenarkan anggapan ini. Konsumsi nanas secara teratur ternyata bisa membantu menurunkan kolesterol tinggi. Hanya saja, bukan berarti kita hanya bisa menggantungkan proses penurunan kolesterol dengan makan nanas. Buah ini memang bisa mendukung proses ini, namun tetap saja kita harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat demi mengatasinya.

Di dalam nanas terdapat kandungan serat yang sangat tinggi. Kandungan ini akan membuat ekskresi empedu di dalam saluran pencernaan akan semakin meningkat. Dampaknya tentu akan membuat siklus enterohepatik akan menurun dan kadar kolesterol di dalam darah juga ikut berkurang.

Loading...

Sebagai informasi, menurunnya siklus enterohepatik ini akan membuat semakin banyak kolesterol yang larut dalam cairan empedu. Hal ini akan membuat kolesterol akhirnya ikut terbuang dari dalam tubuh dan membuat jumlahnya semakin menurun.

Selain tinggi kandungan serat, nanas juga tinggi kandungan bromelain dan vitamin C. Kedua zat ini juga dikenal luas bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dan mengatasi peradangan. Hal ini berarti, rutin mengonsumsinya bisa menurunkan plak yang menempel pada dinding pembuluh darah.

Plak-plak inilah yang berpotensi menyebabkan penyumbatan darah dan meningkatkan risiko terkena stroke, serangan jantung, ateroskleoris, dan masalah kardiovaskular lainnya.

Loading...
Loading...