Kamis, 20 Juni 2019 14:21 WITA

Kurang Tidur Bisa Picu Masalah Kesehatan Mental Pada Mahasiswa

Editor: Suriawati
Kurang Tidur Bisa Picu Masalah Kesehatan Mental Pada Mahasiswa
INT

RAKYATKU.COM - Penelitian baru menemukan bahwa mahasiswa yang kurang tidur bisa mengalami masalah kesehatan mental.

Dalam strudinya, para peneliti dari University of Arizona di Tucson, menganalisis data dari lebih dari 110.000 mahasiswa. Data itu diperoleh melalui National College Health Assessment.

Mereka kemudian membandingkan kualitas tidur dengan gejala-gejalan kesehatan mental seperti kesepian, depresi dan keinginan bunuh diri.

Hasil analisis mereka menunjukkan bahwa kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan 19-29 persen gejala kesehatan mental.

Kesepian meningkat sebesar 19 persen, suasana hati yang depresi meningkat sebesar 21 persen, kecemasan sebesar 25 persen, keinginan untuk melukai diri meningkat sebesar 25 persen, berpikir untuk bunuh diri meningkat 28 persen dan kelelahan meningkat 29 persen.

Para peneliti juga memeriksa hampir 8.500 mahasiswa atlet sebagai subkelompok, dan menemukan asosiasi serupa. 

Loading...

Peneliti menduga ada perbedaan respons atlet terhadap kurang tidur, tetapi data itu tampaknya tidak mendukung hal itu.

"Ini adalah temuan penting karena masalah kesehatan mental umum terjadi pada kelompok usia ini, dan sayangnya kurang tidur juga sangat umum pada kelompok ini."

"Studi ini akan menyarankan bahwa penyedia layanan kesehatan dan universitas harus lebih menekankan petingnya mendapatkan jumlah tidur yang cukup," kata peneliti, dikutip Reuters Health.

Temuan ini dipaparkan dalam pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies.

Loading...
Loading...