Kamis, 20 Juni 2019 09:58 WITA

Mengenal Sindrom Ensefalitis Akut, Penyakit yang Menewaskan 100 Anak di India

Editor: Suriawati
Mengenal Sindrom Ensefalitis Akut, Penyakit yang Menewaskan 100 Anak di India
INT

RAKYATKU.COM - Wabah Sindrom Ensefalitis Akut (AES) di Bihar, India telah menyebabkan lebih 100 kematian anak.

Ensefalitis adalah peradangan akut pada otak, baik disebabkan oleh infeksi virus atau ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan otak. Namun, penyebab paling umum adalah infeksi virus.

Penyebab Ensefalitis
Infeksi virus dan bakteri diyakini menyebabkan ensefalitis akut. Virus yang dapat menyebabkan ensefalitis adalah virus herpes simpleks (HSV), virus yang ditularkan nyamuk, virus tick-borne, enterovirus, virus rabies, dan infeksi pada anak-anak seperti campak, gondong, dan campak Jerman.

Ada 2 jenis ensefalitis
Ensefalitis primer: Ini terjadi ketika virus menginfeksi sel-sel otak secara langsung. Itu bisa mempengaruhi satu area atau bisa meluas.

Ensefalitis sekunder: Terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sehat di otak, bukan menyerang sel-sel yang menyebabkan infeksi.

Gejala Ensefalitis
Orang dengan ensefalitis memiliki gejala mirip flu ringan, yang meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan atau kelemahan
  • Nyeri sendi dan otot

Tanda dan gejala ensefalitis yang parah meliputi:

  • Kejang
  • Kelemahan otot
  • Kebingungan atau halusinasi
  • Masalah pendengaran atau bicara
  • Kelumpuhan di area wajah atau tubuh tertentu
  • Hilang kesadaran

Gejala pada bayi dan anak-anak meliputi:

Loading...
  • Kekakuan tubuh
  • Mual dan muntah
  • Menggembung di titik-titik lunak tengkorak bayi

Diagnosis Ensefalitis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dan memeriksa riwayat kesehatan pasien.

Tes diagnostik meliputi: Pencitraan otak. CT scan atau MRI berguna dalam mendeteksi perubahan struktur otak. 

Tusukan lumbal:  Ini dilakukan dengan mengambil sampel cairan serebrospinal (CSF) yang mengelilingi otak dari sumsum tulang belakang.

Electroencephalogram (EEG): Elektroda melekat pada kulit kepala untuk merekam aktivitas otak. Pola abnormal otak terdeteksi melalui tipe diagnosis ini.

Tes laboratorium lainnya termasuk sampel darah, urin atau cairan dari belakang tenggorokan yang diuji virusnya. 

Pengobatan Ensefalitis
Ensefalitis memerlukan perawatan segera, yang biasanya dirawat di rumah sakit di unit perawatan intensif (ICU).

Loading...
Loading...