Minggu, 09 Juni 2019 17:45 WITA

Diabetes di Usia Paruh Baya Bisa Meningkatkan Risiko Stroke

Editor: Suriawati
Diabetes di Usia Paruh Baya Bisa Meningkatkan Risiko Stroke
INT

RAKYATKU.COM - Sebuah penelitian baru mengkonfirmasi hubungan antara diabetes tipe 2 dan stroke.

Temuan itu menunjukkan bahwa orang yang memiliki penyakit gula darah selama usia paruh baya dapat meningkatkan risiko terkena stroke iskemik di kemudian hari.

Peneliti juga menemukan bahwa orang yang menderita diabetes tipe 2 di usia 40-an atau 50-an, dua kali lebih mungkin memiliki pembuluh darah yang lebih sempit di otak mereka pada usia 60-an dan lebih.

"Temuan kami menyoroti perlunya mengendalikan diabetes mellitus tipe 2 paruh baya untuk membantu mencegah [stroke iskemik dan penyempitan pembuluh darah di otak]," kata penulis studi Rongrong Yang, dari Universitas Kedokteran Tianjin di China.

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang lebih umum. Ini disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Ini merusak area otak yang tidak lagi menerima cukup darah.

Jenis stroke yang kurang umum dikenal sebagai stroke hemoragik. Jenis stroke itu terjadi ketika pembuluh darah pecah, menyebabkan darah bocor ke otak dan menyebabkan pembengkakan dan kerusakan jaringan.

Untuk mengetahui hubungan diabetes dan stroke, para peneliti meninjau data dari Swedish Twin Registry. Lebih dari 33.000 individu kembar memenuhi kriteria untuk penelitian ini.

Peserta penelitian semuanya lahir sebelum tahun 1958. Tidak ada yang memiliki bukti penyempitan pembuluh darah otak atau stroke sebelum usia 60 tahun.

Hanya di bawah 4 persen dari kelompok itu menderita diabetes di usia paruh baya. Lebih dari 9 persen mengalami stroke di usia lanjut atau penyempitan pembuluh darah di otak mereka.

Loading...

Setelah menyesuaikan data untuk memperhitungkan faktor risiko stroke lainnya, seperti merokok dan obesitas, para peneliti mencatat peningkatan risiko stroke iskemik, tetapi tidak menemukan peningkatan risiko stroke hemoragik.

Jadi mengapa diabetes dapat menyebabkan lebih banyak stroke iskemik?

"Mekanisme yang mendasari hubungan diabetes melitus tipe 2 dengan stroke adalah kompleks dan tidak sepenuhnya dipahami," kata Yang.

"Tetapi, orang dengan diabetes tipe 2 memiliki kadar kolesterol abnormal dan yang mungkin berkontribusi pada penyempitan pembuluh darah di otak."

Yang mengatakan bahwa mengendalikan faktor risiko adalah kunci untuk tetap sehat dan terhindar dari stroke.

"Pasien diabetes perlu mempertahankan gaya hidup sehat, seperti melakukan olahraga teratur, makan makanan yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, tidak merokok, serta mengontrol gula darah, untuk mengurangi risiko stroke pada akhir hidup," kata Yang.

Temuan ini diterbitkan di Diabetologia.

Loading...
Loading...