Sabtu, 25 Mei 2019 12:10 WITA

Fakta Mengejutkan! Ada Kutu Kecil Hidup di Dalam Pori-pori Wajah Kita

Editor: Suriawati
Fakta Mengejutkan! Ada Kutu Kecil Hidup di Dalam Pori-pori Wajah Kita
INT

RAKYATKU.COM - Tahukah Anda bahwa ada kutu kecil atau tungau yang hidup di dalam pori-pori wajah Anda?

Tungau wajah ini disebut arachnida atau demodex folliculorum. Menurut Live Science, tungau ini berkaki delapan, tubuhnya transparan dan berukuran mikroskopis sekitar 0,01 inci atau 0,25 milimeter.

Mereka hidup dan berkembang di dekat akar folikel rambut wajah, dan memakan sebum yang dikeluarkan oleh kulit.

Demodex folliculorum hanya dapat bertahan hidup pada kulit manusia, terutama wajah. Ini umumnya ditemukan di bagian paling berminyak dari wajah Anda, yaitu di sekitar mata, hidung dan mulut.

Tungau wajah umumnya dianggap tidak berbahaya, tetapi kebiasaan kawin mereka dapat dianggap agak menyeramkan.

Meskipun makhluk mirip kutu ini menghabiskan sebagian besar waktunya terkubur di folikel rambut, namun ketika kita tidur mereka merangkak keluar dan kawin langsung di wajah kita. Mereka kemudian merangkak kembali ke folikel kulit untuk bertelur.

Namun Anda tak perlu khawatir dengan hal ini, karena kita semua memiliki tungau wajah. Juga, tidak peduli seberapa keras Anda menggosok wajah Anda, mereka tidak bisa tersingkirkan sepenuhnya.

Loading...

Lagi pula, para ilmuwan telah menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia biasanya menjaga jumlah agar jumlah tungau tidak berlebihan.

"Mereka tidak berbahaya dalam arti luas karena kita semua memilikinya dan kebanyakan dari kita tampaknya hidup bersama mereka dengan baik," kata Michelle Trautwein, ahli entomologi di Akademi Ilmu Pengetahuan California di San Francisco.

"Tungau wajah jelas merupakan spesies hewan yang memiliki hubungan terdekat dengan kita sebagai manusia, meskipun sebagian besar dari kita tidak tahu tentang mereka atau pernah melihatnya di masa hidup kita.

Untuk mengungkap keberadaan tungau wajah, Trautwein mengumpulkan sampel lebih dari 2.000 orang dari seluruh dunia.

Trautwein menambahkan bahwa tungau muka mungkin setua spesies kita, homo sapiens.

Loading...
Loading...