Sabtu, 18 Mei 2019 11:40 WITA

Mengejutkan! Jus Buah Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Editor: Suriawati
Mengejutkan! Jus Buah Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Dini
Shutterstock

RAKYATKU.COM - Mengkonsumsi jus buah selama ini dianggap menyehatkan. Tapi sebuah penelitian baru menemukan bahwa itu tidak baik untuk kesehatan dan dapat menyebabkan kematian dini.

Penelitian baru ini diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA), di mana peneliti mengungkapkan bahwa efek buruknya berasal dari rasanya yang manis.

Dalam studinya, peneliti menganalisis data dari 13.440 orang, yang mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka mengonsumsi minuman. 

Selama tindak lanjut rata-rata enam tahun, ada 1.000 kematian yang disebabkan oleh sebab apa pun dan 168 kematian akibat penyakit jantung koroner. 

Setelah faktor-faktor seperti obesitas diperhitungkan, diketahui bahwa mereka yang banyak minum minuman manis memiliki risiko 11 persen lebih tinggi meninggal karena sebab apa pun.

"Hasil ini menunjukkan konsumsi minuman bergula yang lebih tinggi, termasuk jus buah, dikaitkan dengan peningkatan kematian," kata peneliti dari Emory University di Atlanta dan Cornell University di New York.

Loading...

Para penulis kemudian menyimpulkan beberapa kemungkinan alasan atas peningkatan risiko kematian akibat konsumsi minuman manis. 

Obesitas jelas merupakan faktor utama, kata mereka, Tapi begitu diperhitungkan, penelitian menunjukkan bahwa minuman manis meningkatkan resistensi insulin. 

Dr Gunter Kuhnle, associate professor di bidang nutrisi dan kesehatan di University of Reading, mengatakan: "Ini adalah penelitian yang sangat penting, terutama karena jus buah sering dipandang sebagai alternatif sehat, walaupun mereka sering mengandung lebih banyak gula (terutama smoothie)."

"Jus buah dapat memberikan vitamin dan bahkan beberapa serat, tetapi ada sedikit manfaat kesehatan di sini. Jumlah fitokimia yang ditemukan dalam jus terlalu rendah untuk memiliki efek menguntungkan lebih lanjut, dan tidak ada efek kesehatan yang menguntungkan dari apa yang disebut antioksidan," katanya.

Loading...
Loading...