Jumat, 17 Mei 2019 10:07 WITA

Terlalu Banyak Konsumsi Alpukat, Ini Akibatnya

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Terlalu Banyak Konsumsi Alpukat, Ini Akibatnya
Ilustrasi.

RAKTARKU.COM - Alpukat adalah salah satu buah favorit sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab, alpukat memiliki beragam kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, berbagai studi telah membuktikan bahwa alpukat memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk menjaga kadar kolesterol darah, membuat kenyang lebih lama, dan meningkatkan metabolisme tubuh.

“Selain itu, alpukat juga dapat membantu menurunkan lingkar pinggang berkat kandungan asam lemak tak jenuh dan asam lemak oleat di dalamnya. Alpukat bahkan bisa menurunkan risiko sindrom metabolik hingga 50% dengan mengonsumsinya sebanyak satu buah dalam sehari,” kata dr. Nadia.

Kesemua manfaat yang ditawarkan alpukat tentu bikin penikmatnya semakin tergila-gila untuk mengonsumsi buah berbiji besar yang satu ini. Namun, tahan diri Anda, jangan sekali-sekali berpikir untuk mengonsumsi alpukat secara berlebihan!

Alpukat memang mengandung zat gizi yang mampu memberikan beragam manfaat kesehatan. Namun Anda tetap harus membatasi porsi konsumsi agar tidak terlalu banyak.

Dilansir dari berbagai sumber, mengonsumsi alpukat tanpa memperhatikan porsi berpotensi menyebabkan terjadinya kondisi ini:

1. Meningkatkan berat badan

Di samping ragam gizi yang ada di dalamnya, alpukat ternyata menyimpan jumlah kalori yang tidak sedikit. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), satu buah alpukat mengandung 322 kalori.

Faktanya, kalori berlebih yang masuk ke tubuh dan tidak sepenuhnya diubah menjadi energi akan terus menumpuk sebagai lemak. Jadi, jika Anda makan alpukat secara berlebihan, yang terjadi kemudian adalah berat badan berlebih atau bahkan obesitas. Risiko ini bisa lebih tinggi jika Anda sering menyajikan alpukat bersama dengan gula atau kental manis.

2. Gangguan pencernaan

Loading...

Alpukat memiliki kandungan gula alami, seperti fruktosa, fruktan, galakto-oligosakarida, dan poliol. Pada beberapa orang, masuknya zat-zat tersebut secara berlebih ke dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan, seperti perut melilit, terasa kembung dan begah, bahkan diare.

Satu hal yang perlu diketahui, efek tersebut hanya akan terjadi jika Anda makan alpukat terlalu banyak. Jadi, jika Anda hanya ingin merasakan manfaat alpukat tanpa adanya efek samping tersebut, pastikan untuk membatasi porsinya.

3. Malnutrisi

Tahukah Anda bahwa alpukat, sebagai buah yang kaya gizi, ternyata bisa menyebabkan kekurangan gizi jika dikonsumsi terlalu banyak? Hal ini terjadi karena makan alpukat dalam jumlah berlebih bisa membuat Anda kenyang dalam waktu lama. Nah, ketika Anda merasa kenyang, keinginan untuk mengonsumsi variasi makanan lain untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari menjadi sangat berkurang.

Pada dasarnya, gizi yang dibutuhkan manusia untuk menunjang fungsi tubuh tidak akan mampu dipenuhi hanya dengan bergantung pada satu jenis makanan saja.

Itulah mengapa, dokter, ahli gizi dan pakar kesehatan menyarankan setiap orang untuk mengonsumsi asupan bergizi seimbang, yang terdiri dari beragam sajian mengandung karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan zat gizi lainnya.

4. Menurunkan kolesterol

Alpukat telah terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga mampu memperkecil risiko terjadinya penyakit jantung, serangan jantung dan stroke.

Namun, manfaat tersebut bisa sirna seketika jika Anda mengonsumsi alpukat dalam jumlah berlebih. Ini karena kandungan zat beta-sitosterol pada alpukat yang seharusnya hanya menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) malah ikut-ikutan menyerap kolesterol baik (HDL) untuk dibuang dari tubuh.

Loading...
Loading...