Rabu, 17 April 2019 09:27 WITA

Sering Sarapan Roti Bisa Picu Kanker?

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Sering Sarapan Roti Bisa Picu Kanker?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Selain nasi, banyak orang yang sengaja sarapan dengan menggunakan roti. Hal ini disebabkan oleh roti yang cenderung lebih praktis untuk diolah dalam waktu yang cepat.

Roti juga memiliki rasa yang enak dan bisa mengenyangkan. Hanya saja, ada anggapan bahwa kebiasaan makan roti bisa meningkatkan risiko kanker. Apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?

Kaitan antara kebiasaan sarapan roti dengan risiko kanker

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hideo Makuuchi menghasilkan fakta bahwa hobi makan roti terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Hal ini terungkap setelah Hideo menemukan 80 persen pasien kanker payudara yang ia rawat ternyata memiliki kebiasaan sarapan hanya dengan roti saja.

Meski mengenyangkan, roti ternyata memiliki kandungan gula, pati, minyak, dan lemak yang kurang baik bagi kesehatan. Jika dikonsumsi setiap hari sebagai sarapan, hal ini bisa memicu peningkatan risiko kanker.

Rasa roti yang enak ini juga bisa membuat kita ketagihan. Selain itu, jika dicermati, setelah makan roti kita cenderung lebih mudah lapar kembali sehingga akhirnya tertarik untuk kembali mengonsumsinya atau camilan lainnya. Hal ini ternyata bisa menyebabkan asupan kalori berlebihan yang berimbas pada kenaikan berat badan. Padahal, jika kita sampai mengalami masalah obesitas, risiko untuk terkena kanker atau penyakit berbahaya lainnya akan meningkat.

Lantas, apakah sebaiknya kita tidak makan roti untuk sarapan atau waktu makan lainnya? Pakar kesehatan menyarankan kita untuk selalu memperhatikan keseimbangan nutrisi makanan. Hal ini berarti, jika memang kita ingin makan roti, pastikan untuk mengimbanginya dengan asupan lain seperti sayuran dan sumber protein. Selain itu, jika memang ingin makan roti yang lebih sehat, kita bisa memilih roti gandum.

Lebih baik sarapan roti atau nasi?

Roti dan nasi memang masih menjadi pilihan sarapan yang paling digemari oleh semua orang. Hanya saja, sebenarnya mana yang lebih baik di antara kedua bahan makanan yang mengenyangkan dan menyediakan asupan energi ini?

Loading...

Jika kita memperhatikan nutrisi makro berupa kalori atau karbohidrat, roti lebih unggul dibandingkan dengan nasi. Hanya saja, roti yang dimaksud adalah roti gandum yang kaya akan serat. Mengonsumsinya bisa membantu tubuh kenyang dalam waktu yang lebih lama. Sayangnya, jika kita membandingkan nasi putih dan roti putih, kita sebenarnya hanya akan mengonsumsi kalori, karbohidrat, lemak, serta protein dalam jumlah yang sama saja.

Roti atau nasi yang lebih tinggi kandungan seratnya?

Pakar kesehatan menyebut sepotong roti gandum dan setengah cangkir nasi merah memiliki kandungan 2 gram serat. Sementara itu, nasi putih dan roti putih memiliki kandungan serat yang jauh lebih sedikit, yakni sekitar 0,3 gram saja. Jika kita membandingkan kandungan asam folat, nasi putih memiliki 77 mikrogram folat sementara roti putih hanya memiliki 43 mikrogram folat.

Jika kita ingin mendapatkan asupan mineral yang tinggi, pakar kesehatan justru lebih menyarankan kita untuk mengonsumsi beras cokelat. Sebagai informasi, beras cokelat memiliki sekitar 42 miligram magnesium yang baik bagi kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan jantung.

Lantas, mana yang lebih baik di antara roti dan nasi? Pakar kesehatan menyebut kedua bahan makanan ini sama-sama baik bagi kesehatan asalkan dikonsumsi dengan porsi yang tepat.

Hanya saja, kita juga sebaiknya memilih jenis roti atau nasi yang sehat. Sebagai contoh, nasi merah dan roti gandum tentu jauh lebih sehat dibandingkan dengan nasi putih dan roti putih.

Jika memang kita lebih terbiasa makan nasi putih, cobalah untuk membatasi porsinya agar tidak berlebihan dan menambahkan asupan serat atau protein yang dibutuhkan tubuh. Hanya saja, jika memang ingin sarapan dengan roti, sebaiknya kita memilih roti gandum yang bisa mempertahankan rasa kenyang jauh lebih lama.

Loading...
Loading...