Sabtu, 13 April 2019 01:00 WITA

Studi: Ukuran Testis Pria Berewok Lebih Kecil, tetapi Jangan Khawatir

Editor: Nur Hidayat Said
Studi: Ukuran Testis Pria Berewok Lebih Kecil, tetapi Jangan Khawatir
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Punya janggut lebat atau berewok dianggap keren. Namun, studi terbaru menyatakan mereka yang punya lebih banyak bulu di wajah ternyata mempunyai testis yang lebih kecil daripada mereka yang tidak memilikinya.

Studi yang dipublikasian dalam jurnal Proceedings of Royal Society B: Biological Sciences ini membandingkan janggut pada pejantan dengan tanda-tanda kesuburan lainnya pada pria seperti hidung, rambut, dan dada pada masing-masing spesies.

Mengutip New York Post, para peneliti menyatakan rambut dianggap sebagai "ornamen" atau penampilan maskulin yang bisa digunakan sebagai "senjata" untuk bersiang secara seksual dengan pejantan lain yang satu spesies.

Para ilmuwan melakukan penelitian terhadap 100 spesies primata, termasuk manusia. Beberapa pejantan ditemukan lebih banyak menghabiskan energi mereka untuk menarik pasangannya lewat rambut di tubuh, ketimbang mendistribusikannya lewat organ alat kelamin seperti testis.

Hal ini ditemukan sama pada spesies apapun baik manusia ataupun monyet. Keduanya sama-sama tidak memiliki kapasitas untuk menghasilkan sperma lebih banyak ketika menumbuhkan jumlah rambut di wajah lebih banyak.

"Beberapa spesies memiliki perlengkapan yang flamboyan seperti janggut, surai, jubah, dan berbagai corak warna di wajah dan bulu mereka. Yang lainnya membosankan dan mirip seperti pria pada umumnya," kata rekan penulis studi dan primatologi Dr. Cyril Grueter dilansir Men's Health.

"Singkatnya, pejantan yang paling menarik memiliki testis yang lebih kecil," kata ahli biologi evolusi University of Zurich, Swiss, Stefan Lupold.

Loading...

Namun, peneliti juga menemukan janggut tetap memiliki peran dalam proses reproduksi. Primata yang berbulu lebat dianggap lebih maskulin, sehat, dan subur. Hal ini menjadikan pasangan betinanya lebih tertarik untuk bereproduksi.

Para ilmuwan juga menyatakan ada banyak faktor lain yang berperan dalam proses reproduksi makhluk hidup. Temuan mereka hanyalah sebuah kesimpulan bahwa janggut dan testis merupakan proses pertukaran evolusioner.

"Sulit untuk memiliki semuanya," kata Lupold.

"Testis besar memiliki 'senjata' yang lebih besar, tetapi ornamennya lebih sedikit," tambahnya.

Sumber: Liputan6

Loading...
Loading...