Sabtu, 13 April 2019 02:00 WITA

Bayi Menangis Sejak Masih dalam Kandungan, Bagaimana Caranya?

Editor: Nur Hidayat Said
Bayi Menangis Sejak Masih dalam Kandungan, Bagaimana Caranya?

RAKYATKU.COM - Bebiasaan menangis bayi ternyata sudah dilakukan sejak saat masih dalam kandungan. Bagaimana bisa?

Tangis bayi merupakan sebuah respons atas stimulasi di sekelilingnya. Dilansir Verywell Family, sebenarnya bayi mulai belajar dan merespons stimulasi dunia luar ketika mereka masih di dalam kandungan.

Salah satu penelitian pada 2015 mengungkapkan bayi dapat merespons suara dari dalam kandungan saat mereka masih berusia 16 pekan. Padahal, di waktu itu telinga bayi belum sepenuhnya berkembang.

Akan tetapi, ketika orang tua sering menstimulasi calon buah hatinya, dalam hal ini mengajak berbicara atau mendengarkan lagu, hal itu akan memengaruhi janin, sehingga lebih banyak bergerak.

Saat bayi yang sudah dilahirkan menangis, bisa terlihat ada koordinasi antara otot wajah, pengaturan jalan napas, pernapasan secara keseluruhan, dan vokalisasi atau suara.

Yang membedakan antara bayi menangis di dalam kandungan dengan ketika dilahirkan adalah terdengar atau tidaknya suara. Dalam kandungan, tangisan bayi mungkin tidak mengeluarkan suara, tetapi bisa diidentifikasi melalui sebuah gerakan.

Loading...

Hal itu dibenarkan dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter. Menurutnya, tangisan bayi memiliki dua komponen, yaitu komponen vokal dan non-vokal.

Komponen vokal dari tangisan yang baru muncul saat bayi lahir adalah cara bayi untuk berkomunikasi. Secara harfiah, hal itu merupakan salah satu mekanisme bertahan hidup. Hal ini berbeda pada saat bayi masih dalam kandungan.

"Tangisan bayi yang masih dalam kandungan merupakan komponen non-vokal. Hal ini dapat dianggap sebagai salah satu milestone atau capaian penting dalam tahapan pertumbuhan janin," jelas dr. Fiona.

Meskipun tangisan pada bayi yang sudah lahir maupun yang belum lahir sama-sama merupakan respons dari sebuah stimulasi, arti dari kedua jenis tangisan itu tidaklah sama.

Sumber: KlikDokter

Loading...
Loading...