Rabu, 10 April 2019 14:12 WITA

Dear Ibu dan Ayah, Yuk Kenali Baby Blues Syndrome

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Dear Ibu dan Ayah, Yuk Kenali Baby Blues Syndrome
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Buat ibu-ibu, istilah Baby Blues Syndrome mungkin sudah tak asing lagi di telinga. Sindrom pasca melahirkan ini memang menjadi salah satu sindrom yang paling sering ditemui. 

Meski begitu, masih banyak ibu-ibu yang baru melahirkan tidak menyadari kehadiran Syndrome tersebut dan menganggap kalau baby blues syndrome ini adalah hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.

Nah, anggapan seperti ini sebenarnya salah besar. Sebab, di fase ini para ibu cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Biasanya, di dua minggu pertama ibu yang baru melahirkan mempunyai perasaan yang lebih sensitif, cengeng, pelupa, dan stress.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obg), dr Risma N Sulham, Sp. OG menjelaskan, masyarakat khususnya ibu mesti mengenal apa itu baby blues syndrome.

Menurutnya, sebagian besar ibu yang baru melahirkan mengalami hal tersebut, namun tidak semua. Diperkirakan hanya sekitar 50 hingga 80 persen dari ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues. Penyebabnya karena pengaruh hormon.

Loading...

“Baby blues syndrome sendiri memiliki gejala seperti ibu menangis tanpa alasan yang jelas, mudah kesal, cepat merasa lelah, tidak punya rasa percaya diri, mudah tersinggung dan sulit untuk istirahat,” ujar Dokter Specialis RSUD Andi Makkasau ini.

Baby blues syndrome menurut dia, dialami ibu sejak 14 hari pertama setelah melahirkan, dan akan berhenti setelah hari ke-40. Hari terburuk dirasakan ibu yaitu 3 atau 4 hari pasca-kelahiran.

“Cara mengatasi baby blues syndrome yaitu dengan beristirahat yang cukup. Terpenting, tetap stay positive dan melakukan persiapan matang sebelum melahirkan, baik itu fisik maupun mental,” katanya.

“Peran suami menjadi bagian penting mengatasi baby blues, dengan cara berbagi pekerjaan dalam merawat bayi mereka,” tambahnya.

Loading...
Loading...