Selasa, 12 Februari 2019 03:30 WITA

Ejakulasi di Luar untuk Cegah Kehamilan, Efektifkah?

Editor: Aswad Syam
Ejakulasi di Luar untuk Cegah Kehamilan, Efektifkah?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Setelah memiliki anak dengan jumlah cukup, seks terkadang dilakukan suami istri, hanya untuk memburu kenikmatan saja.

Karenanya, seks dilakukan dengan hati-hati, dan tidak berisiko kebobolan atau hamil. Ada beberapa cara suami istri lakukan. 

Setiap pasangan memiliki metode kontrasepsi yang cocok untuk dilakukan. Ada yang memilih untuk menggunakan kondom karena mudah didapatkan. Selain itu secara harga cukup ekonomis meski jenis tertentu harganya cukup mahal.

Beberapa pasangan juga ada yang memilih menggunakan pil atau suntik karena tidak mau memakai IUD. Sayangnya kontrasepsi dengan menggunakan pil atau suntik bisa menyebabkan kegemukan pada wanita. Oleh karena itu, olahraga harus dilakukan agar wanita tidak mengalami obesitas.

Meski IUD bisa menyebabkan masalah beberapa bulan setelah pemasangan, banyak wanita memilih ini karena tahan lama. Beberapa jenis IUD ada yang bisa tahan hingga 10 tahun.

Metode lain yang digunakan adalah coitus interruptus. Cara ini dilakukan dengan melakukan ejakulasi di luar. Saat melakukan penetrasi pria tidak menggunakan kondom lalu saat mau ejakulasi langsung dicabut.

Cara mencegah kehamilan di atas bisa dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Mana saja yang disetujui oleh suami dan istri bisa dilakukan.

Apakah ejakulasi di luar mudah dilakukan?

Dilansir dari Doktersehat, jika dilihat atau dibayangkan sekilas, coitus interruptus terlihat sangat mudah dilakukan. Namun, untuk bisa melakukannya dengan baik seseorang harus memikirkan beberapa hal di bawah ini.

Komunikasi yang baik dengan pasangan. Tanpa komunikasi yang baik, teknik cabut keluar ini tidak bisa berjalan dengan baik. Bahkan peluang gagal masih ada.

Gunakan posisi seks yang memudahkan pria mencabut penis dari vagina. 
Posisi misionaris atau rear entry seperti doggy style bisa dipilih. 
Sebaliknya posisi seperti woman on top tidak bisa dipilih karena bisa menyebabkan penis susah keluar dari vagina.

Melepaskan penis dari vagina tidak semudah yang dibayangkan. Telat sedikit bisa membuat air mani keluar dan menyembur dengan cepat. 
Pertimbangkan waktu dengan tepat atau begitu mendekati ejakulasi penis dicabut dan dilanjutkan dengan masturbasi singkat.

Pastikan kedua belah pihak sama-sama sehat secara seksual. Tidak menggunakan kondom rawan sekali mengalami penularan penyakit seksual.

Latihan rutin harus dilakukan agar teknik ini berjalan dengan lancar. Sekali dua kali biasanya susah dilakukan. Setelah terbiasa akan mudah dilakukan. Jadi sering lakukan learning by doing.

Efektivitas ejakulasi di luar dalam mencegah kehamilan

Setiap metode kontrasepsi memiliki beberapa kelebihan antara lain efektivitasnya yang sangat tinggi. Nah, efektivitas dari kondom, IUD, dan pil mendekati 100 persen. Jadi, melakukan seks tidak akan membuat seorang wanita hamil meski ejakulasi dilakukan di dalam.

Metode seks dengan coitus interruptus cukup bisa mengatasi kehamilan, tapi tidak terlalu tinggi. Sekitar 22 persen orang yang melakukan coitus interruptus atau ejakulasi di luar masih mengalami kehamilan.

Mengapa kehamilan bisa terjadi? Karena kemungkinan terjadi kecelakaan sehingga sperma tumbuh di dalam. Selain itu cairan praejakulasi yang dihasilkan pria juga masih mengandung sperma.

Loading...

Cara meningkatkan efektivitas coitus interruptus

Seperti yang terlihat di atas, coitus interruptus hanya efektif mencegah kehamilan hingga 78 persen saja. Nah, bisakah persentase ini dinaikkan? Jawabannya adalah bisa.

Gunakan kontrasepsi lain sebagai kontrasepsi utama. Coitus interruptus hanya sebagai kontrasepsi kedua saja.

Lakukan penghitungan siklus menstruasi dengan benar. Penghitungan ini dilakukan untuk mengetahui kapan saja masa subur, masa menstruasi, dan waktu aman berhubungan seks.

Hanya lakukan seks di luar masa subur. Pada periode ini peluang kehamilan sangat rendah atau tidak ada. Jadi, ejakulasi di luar tidak akan menyebabkan masalah. Bahkan di dalam pun kemungkinan terjadi kehamilan akan rendah.

Efek kegagalan ejakulasi di luar

Coitus interruptus juga bisa gagal. Kalau metode ini sampai gagal, kemungkinan besar akan mengalami kehamilan. Entah karena sperma tumpah di dalam atau karena ada sperma dari cairan praejakulasi.

Selanjutnya penularan penyakit menular seks juga terjadi. Wanita dan pria bisa mengalaminya sehingga kualitas kesehatan seksual menurun.

Mengapa banyak orang ingin melakukannya?

Ada beberapa alasan mengapa pasangan lebih memilih untuk melakukan ejakulasi di luar atau coitus interruptus.

Gratis dan tidak perlu banyak perawatan. Kalau menggunakan kondom, setiap seks harus memakai satu atau lebih. Selanjutnya kalau pil atau suntik harus rutin dilakukan agar tidak kebobolan dan hamil.

Mudah dilakukan. Ya alasan mudah dilakukan kerap menjadi alasan banyak orang untuk melakukan coitus interruptus. Padahal banyak sekali risiko yang akan terjadi dan untuk melakukan butuh pengalaman karena peluang gagal tinggi.

Memberikan kenikmatan yang lebih besar. Tidak bisa dimungkiri lagi kalau menggunakan kondom kadang membuat pria jadi tidak nyaman. Cara ini tetap dianggap mencegah kehamilan tanpa membuang elemen kenikmatannya.

Tidak akan memunculkan efek samping. Berbeda dengan jenis KB lain yang memunculkan efek samping seperti kegemukan, nyeri di vagina, dan perdarahan.

Bisa ditingkatkan efisiensinya dengan memakai metode lain. Sayangnya tidak semua orang mau melakukan itu karena dianggap terlalu rumit.
Melakukan coitus interruptus memang tidak butuh resep dan menghemat biaya. 

Namun, balik lagi ke risiko yang ditimbulkannya. Kalau Anda ingin melakukan coitus interruptus, tidak masalah, tapi pastikan tidak terjadi kesalahan sehingga Anda tidak akan mengalami efek samping yang besar.

Loading...
Loading...