Senin, 21 Januari 2019 02:00 WITA

Manfaat Tidur Sambil Memeluk Pasangan dari Belakang

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Manfaat Tidur Sambil Memeluk Pasangan dari Belakang

RAKYATKU.COM - Memeluk istri saat tidur bukan saja membuat tidur lebih nyanyak, tetapi juga menambah kedekatan dan rasa nyaman dengan pasangan .

Jika biasanya Anda saling memeluk pasangan dengan berhadapan, sesekali cobalah memeluk pasangan dari belakang. Sebab, memeluk pasangan dari belakang memiliki banyak manfaat.

Dilansir laman Suara, Senin (21/1/2019), berbagai studi dan penelitian telah banyak membuktikan. Berikut beberapa manfaat memeluk istri dari belakang saat tidur.

1. Mengurangi kecemasan

Skin to skin atau kontak kulit membuat otak memberitahu kelenjar adrenal untuk mengurangi produksi kortisol.

Proses kerja itu menghasilkan berkurangnya rasa cemas sehingga tubuh akan mempercepat proses tidur.

2. Meredakan masalah tulang punggung

Posisi memeluk dari belakang ini disebut juga dengan istilah forward bear. Jika melakukan posisi ini dengan lutut ditekuk akan sangat baik untuk pasangan yang memiliki masalah tulang punggung.

3. Meredakan stress

Loading...

Menurut penelitian di Medical University of Viennan, tidur berpelukan dapat meredakan stress kerja atau stress yang dihadapi di lingkungan sosial.

Selain itu juga dapat menurukan tekanan darah dan meningkatkan memori. Manfaat memeluk pasangan dari belakang saat tidur akan lebih bekerja jika dilakukan kepada pasangan yang Anda sayangi.

4. Merasa bahagia

Berdasarkan studi terbaru di Edinburgh International Science Festival, semakin dekat posisi pasangan saat tidur, semakin besar merasakan bahagia, khususnya dalam hubungan itu sendiri.

5. Awet muda

Menurut survei yang dilakukan pada lebih dari 1000 orang oleh Richard Wiseman, seorang profesor psikologi dari University of Hertfordshire Inggris, pasangan yang saling memeluk saat tidur membuat mereka lebih awet muda karena bahagia.

Studi itu membuktikan sebanyak 94 persen pasangan yang menghabiskan malam dengan saling menyentuh akan merasa bahagia terhadap hubungan mereka. Berbeda dengan 68 persen lainnya yang tidak melakukan kebiasaan itu.

 

Tags
Loading...
Loading...