Jumat, 18 Januari 2019 13:10 WITA

Bunda, Kenali Jenis Botol Susu Bayi Anda

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Bunda, Kenali Jenis Botol Susu Bayi Anda

RAKYATKU.COM - Tidak semua bahan plastik yang digunakan untuk botol susu bayi aman. Untuk itu, penting untuk mengetahui keamanan botol susu plastik yang digunakan.

Caranya, tentu dengan mengetahui kode di balik botol susu tersebut.

Di samping itu, selain memilih botol yang tepat sebaiknya, bunda juga diharuskan mengerti kode berupa huruf atau simbol di bawah kode botol; seperti simbol segitiga, karena simbol itu menjelaskan jenis bahan plastiknya.

Berikut beberapa kode pada botol susu dan keterangannya,

1. PET/PET atau Polyethylene Terephthalate
Bahan ini biasa dipakai untuk botol plastik transparan seperti kemasan untuk air mineral. Botol ini aman digunakan untuk sekali pakai dan jangan memasukkan air panas atau hangat.

2. HDPE atau High Density Polyethylene
Bahan ini biasa dipakai untuk botol susu berwarna putih susu. Seperti PET, bahan ini hanya direkomendasikan untuk pemakaian sekali.

3. PVC atau Polyvinyl Chloride
Bahan plastik ini sangat sulit di daur ulang dan biasanya digunakan untuk botol dan pembungkus plastik (cling wrap). PVC berbahaya untuk ginjal dan hati.

Loading...

4. LDPE atau Low Density Polyethylene
Bahan ini dapat didaur ulang dan cocok untuk tempat makanan atau botol yang lentur. Bahan ini baik untuk tempat makanan.

5. PP atau Polypropylene
Bahan ini yang paling aman jika Anda membeli barang berbahan plastik, seperti untuk botol bayi atau tempat makanan.

6. PS atau Polystyrene
Bahan ini dipakai untuk tempat minuman sekali pakai atau kotak makan styrofoam. Bahan styrene berbahaya untuk otak dan sistem saraf. Beberapa negara sudah melarang pemakaian bahan ini.

7. Others
Jika simbolnya tertulis others itu artinya bahan plastiknya bisa berasal dari Acrylonitrile Butadiene Styrene Acrylic, Polycarbonate, Polylactic Acid, Nylon atau Fiberglass.

Sebagai catatan, sebaiknya hindari yang tertulis Polycarbonate karena mengandung senyawa BPA (Bisphenol-A) yang dapat menyebabkan gangguan pada jantung, diabetes, kanker, dan kerusakan saraf.
 

Loading...
Loading...