Senin, 14 Januari 2019 11:32 WITA

Gadis 19 Tahun Meninggal Saat Operasi Hidung, "Dia Cuma Mau Menjadi Cantik,"

Editor: Andi Chaerul Fadli
Gadis 19 Tahun Meninggal Saat Operasi Hidung,

RAKYATKU.COM - Gadis berusia 19 tahun meninggal dunia saat mencoba mengubah tampilan hidungnya. Perempuan asal China itu berakhir tragis akibat komplikasi dari anestesi yang diterimanya selama operasi hidung dilakukan.

Remaja bernama Xia Lisha itu pergi ke Rumah Sakit Li Mei Kang di Guizhou, Guiyang pada 3 Januari lalu untuk melakukan operasi hidung rutin. Namun, selama prosedur ia mengalami reaksi yang jarang terjadi dan parah terhadap anestesi, atau dikenal sebagai hipotermia ganas. 

Xia mengalami demam yang sangat tinggi, detak jantungnya meningkat dengan cepat, dan ia terserang kejang otot yang parah, dikutip dari Shanghaiist, Senin (14/1/2019).

Dia dengan cepat diangkut ke rumah sakit terdekat, tetapi dinyatakan meninggal di sana.

Sementara itu, ibu Xia, yang bermarga Wang, semakin khawatir. Dia telah menemani putrinya ke rumah sakit operasi plastik untuk operasi yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa jam. 

Xia masuk jam 1 siang, jam 5 sore ibunya mulai dengan panik bertanya. Namun, baru pada jam 8 malam dia diberi tahu bahwa putrinya telah dipindahkan ke rumah sakit di seberang jalan setelah mengalami reaksi hebat terhadap anestesi.

Loading...

Ketika dia tiba di sana, dia diberitahu bahwa putrinya sudah mati. "Dia hanya ingin menjadi cantik, dia tidak pantas mati seperti ini," teriak Wang. 

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan bahwa putrinya telah mendapatkan pekerjaan paruh waktu untuk menghemat cukup uang untuk membayar pekerjaan hidung yang biayanya 26.900 yuan ($ 3.900).

Pemerintah setempat dilaporkan melakukan penyelidikan atas kematian Xia, namun, pada Selasa pekan lalu, rumah sakit Li Mei Kang dan keluarga Xia mencapai kesepakatan. 

Tidak ada pihak yang berbicara secara terbuka tentang penyelesaian itu, tetapi sumber dalam mengatakan bahwa keluarga Xia telah menerima lebih dari 1,6 juta yuan ($ 240.000) sebagai kompensasi.

Loading...
Loading...