Kamis, 03 Januari 2019 06:30 WITA

Tak Hanya Usir Nyamuk, Tanaman Ini Juga Efektif Hilangkan Bau Badan

Editor: Abu Asyraf
Tak Hanya Usir Nyamuk, Tanaman Ini Juga Efektif Hilangkan Bau Badan
Pohon kecombrang yang multi manfaat.

RAKYATKU.COM - Bertahun-tahun orang percaya bunga lavender sebagai tanaman pengusir nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bunga kecombrang lebih efektif melawan nyamuk demam berdarah.

Indonesia termasuk negara dengan kasus DBD terbesar. Menurut WHO, tahun 2005, Indonesia menjadi tersebsar di Asia Tenggara pada kasus DBD. Tercatat 95.270 kasus dan kematian 1.298 orang.

Sementara pada 2012, angkanya masih tinggi, yakni 65.432 kasus. Penderita tersebar pada 374 dari 497 kabupaten/kota saat itu. Sebanyak 595 jiwa di antaranya meninggal dunia.

Aedes aegypti merupakan vektor utama dari penyakit DBD. Untuk mengatasi penyakit DBD sampai saat ini masih belum ada cara yang efektif, karena sampai saat ini masih belum ditemukan obat anti virus dengue yang efektif maupun vaksin yang dapat melindungi diri dari infeksi virus dengue. 

Repellent dikenal sebagai salah satu jenis pestisida rumah tangga yang digunakan untuk melindungi tubuh (kulit) dari gigitan nyamuk. Sekarang ini orang banyak lebih mengenalnya sebagai lotion anti nyamuk. Sebenarnya produk repellent tidak hanya berbentuk lotion, ada juga yang berbentuk spray (semprot), bakar dan elektrik.

Repellent secara garis besar dibagi menjadi dua kategori, penolak alami dan penolak kimia. Minyak esensial dari ekstrak tanaman merupakan bahan pokok penolak alami, misalnya minyak sitronela, minyak lemongrass, minyak neem (seperti kayu Mahoni), dan minyak atsiri (seperti lavender, rosemary, serai wangi, selasih dll), dan penolak serangga kimiawi seperti DEET (N, N-Diethyl-m-Toluamide) dapat memberi perlindungan terhadap nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus dan spesies Anopheles.

Tetapi repellent yang mengandung bahan DEET dapat menimbulkan reaksi hipersensitif dan iritasi. Untuk mencegah terjadinya reaksi hipersensitif dan iritasi ini perlu dilakukan penelitian repellent yang berasal dari bahan alami untuk menggantikan DEET.

Penelitian terakhir menemukan bahwa kandungan kimia kecombrang adalah saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan minyak atsiri dalam bunga kecombrang rata-rata sebesar 17 persen. 

Kandungan minyak atsiri pada bunga kecombrang sangat tinggi bila dibandingkan dengan jenis rempah lain yang masih satu famili (Zingiberaceae), kadar minyak atsiri pada jahe bekisar 1,9-3,9 persen.

Wujud kecombrang bak model. Tumbuh tinggi tegak bisa mencapai lima meter, batangnya banyak dan berdekatan. Bunganya merah jambu, ibarat padu padan pakaian nan serasi, senada dengan batangnya yang hijau muda.

Bukan hanya itu, bunga kecombrang juga memiliki aroma khas. Sedap harumnya, cocok untuk dijadikan tanaman hias, harum aromanya, menggugah selera saat digunakan dalam racikan masakan.

Begitulah pesona wujud kecombrang, tumbuhan rempah yang sekilas mirip dengan tanaman hias pisang-pisangan. Rejang Lebong, Bengkulu adalah salah satu tempat di mana kecombrang tumbuh dengan suburnya di Indonesia. Anda dapat menemuinya tumbuh liar di kawasan objek wisata dan hutan mahoni, damar, serta pinus.

Loading...

Selain di Nusantara, kecombrang juga marak didapati di negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina. Itu mengapa, cukup banyak masakan di negara-negara tersebut yang menggunakan kecombrang sebagai rempah.

Di Malaysia ada asam laksa yang menggunakan bunga kantan atau bunga siantan--nama lain kecombrang. Fungsinya adalah menetralkan aroma ikan sarden yang cukup amis, sekaligus memberi rasa asam yang pas.

Sementara di Penang, kecombrang digunakan dalam sajian kerabu beehoon. Bihun kukus asam pedas dengan taburan kacang tanah tumbuk dan daun mint.

Lain lagi di Thailand. Kaalaa--nama lain kecombrang--dirajang halus dan dicampur dengan potongan cabai rawit dalam nam prik, saus ikan yang umum digunakan sebagai cocolan makanan.

Sebagai tanaman rempah, berbagai kota di penjuru Nusantara kerap menggunakan kecombrang dalam masakannya. Masyarakat di Sumatera Utara memakainya sebagai bumbu saat memasak arsik, dipadankan dengan andaliman yang pedas menggigit.

Di Tapanuli potongan kecombrang biasa dimasukkan ke dalam sayur ubi tumbuh yang dianggap menjadi penetral kolesterol, dan biasa dimakan bersama babi panggang.

Masyarakat Bali yang identik dengan sambal matahnya, merasa belum afdal meracik sambal tanpa bongkot--nama lain kecombrang. Sebab rasa asam dari kecombrang cenderung lebih lembut dan harum ketimbang jeruk nipis atau bawang merah.

Bukan hanya sebagai sumber yang memperkaya cita rasa masakan, kecombrang juga kaya nutrisi. Bunga kecombrang memiliki berbagai mineral penting seperti magnesium, kalsium, zat fosfor, zat besi, potassium, dan zinc.

Batang kecombrang, juga bisa digunakan sebagai obat batuk tradisional. Batangnya dipotong 30 sampai 40 sentimeter, dibakar di atas api sedang. Setelah itu kulit batang dikelupas hingga kelihatan batang muda di dalamnya. Batang muda tersebut kemudian ditumbuk hingga megeluarkan air.

Air tersebut diperas, dicampur dengan air mineral secukupnya. Anda bisa menambahkan gula batu sesuai selera, lalu diminum sebagai obat batuk

Kecombrang juga bermanfaat menghilangkan bau badan, membantu mengatasi luka baru karena sifat antimikrobanya yang efektif, juga memperlancar sirkulasi darah.

Loading...
Loading...