Minggu, 16 Desember 2018 16:02 WITA

Penyakit Alzheimer: Penyebab dan Pencegahannya

Editor: Suriawati
Penyakit Alzheimer: Penyebab dan Pencegahannya
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyebab paling umum demensia, dengan kisaran 60-70% kasus. Demensia ditandai oleh gangguan fungsi otak ganda, termasuk kehilangan memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian.

Penyakit Alzheimer ditandai dengan penurunan progresif dalam fungsi kognitif, memori, kemampuan berpikir, bahasa, dan kapasitas belajar. Kondisi itu secara substansial meningkat di antara orang yang berusia 65 tahun atau lebih. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah total orang yang mengalami demensia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 35,6 juta di seluruh dunia.

Namun, jumlahnya diproyeksikan akan meningkat hampir dua kali lipat setiap 20 tahun, menjadi 65,7 juta pada 2030 dan 115,4 juta pada 2050.

Pada tahun 2008, WHO menyatakan demensia sebagai kondisi prioritas melalui Program Kesenjangan Kesehatan Mental. Bagaimana tidak, mengobati dan merawat orang demensia diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari US $604 miliar per tahun.

Biaya itu termasuk biaya menyediakan perawatan kesehatan dan sosial, serta pengurangan atau hilangnya pendapatan orang yang mengalami penyakit itu dan pengasuh mereka.

Penyebab
Penyebabnya adalah kematian dini di sel-sel otak yang menyokong fungsi memori dan belajar. Seiring berjalannya waktu, itu akan melibatkan area otak yang lebih luas.

Namun ahli berpendapat bahwa diet, aktivitas fisik, diabetes, hipertensi, merokok, obesitas, dan darah tinggi, dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

loading...

Pencegahan
Tingkat kesadaran yang lebih tinggi tentang penyakit itu serta perubahan pola makan yang lebih sehat, terbukti mengurangi risikonya.

Disarankan mengonsumsi makanan yang tinggi anti-oksidan dan memiliki sifat anti-inflamasi. Makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak juga bisa menjadi pilihan terbaik.

Selain itu, penting untuk menghindari rokok, makanan tinggi lemak dan karbohidrat, mengendalikan diabetes dan tekanan darah, serta mengatur berat badan.

Perawatan
Saat ini, tidak ada perawatan yang tersedia untuk  menghentikan atau membalikkan perkembangan penyakit ini. Itu hanya akan memburuk seiring perkembangannya, dan akhirnya mengarah pada kematian.

Juga, belum ada tes khusus yang dapat mengkonfirmasi diagnosis 100%.

Para ahli kesehatan saat ini menggunakan pencitraan otak dan penilaian klinis untuk memeriksa tanda-tanda gangguan memori ntuk mengidentifikasi pasien.

Dengan demikian wajib untuk berkonsultasi dengan ahli saraf atau praktisi medis ahli jika Anda melihat tanda-tanda Alzheimer.

Loading...
Loading...