Minggu, 16 Desember 2018 10:16 WITA

Kisah Wanita yang Menawarkan Tubuhnya Dipotong 27.000 Bagian

Editor: Suriawati
Kisah Wanita yang Menawarkan Tubuhnya Dipotong 27.000 Bagian
Sue Potter

RAKYATKU.COM - Seorang wanita Denver telah menjadi manusia pertama yang merelakan tubuhnya dijadikan 'kadaver digital'.   

Dia adalah Sue Potter, seorang ibu dua anak yang meninggal karena radang paru-paru di usia 87 tahun pada 2015.

Tubuhnya telah diiris tipis seperti helai rambut menjadi 27.000 potongan, dan diawetkan dengan susah payah selama tiga tahun, kemudian didigitalkan untuk menjadi bahan ajaran.

Selama 15 tahun setelah menjanjikan tubuhnya, Sue mencatat segala sesuatu tentang hidupnya, menggambarkan gaya hidupnya, perasaan, sakit, nyeri, dan lainnya sehingga para siswa di tahun-tahun mendatang dapat memahami wanita itu dari catatan medis yang mereka baca. 

Selama waktu itu, dia meminta untuk melihat gergaji yang akan memotong tubuhnyanya, kulkas tempat dia akan disimpan, dan alkohol polivinil yang akan dituangkan ke tubuhnya sebelum digiling. 

Dia juga meminta agar dia digergaji dengan suara musik klasik yang menggelegar, dikelilingi oleh mawar. 

Sekarang setelah prosesnya selesai, sebuah laporan yang mendalam tentang seluruh perjalanannya selama 15 tahun telah diterbitkan dalam edisi National Geographic Januari 2019, berjudul The Future Of Medicine.

Kisah Wanita yang Menawarkan Tubuhnya Dipotong 27.000 BagianSue dibesarkan di Jerman. Dia ditinggalkan oleh orang tuanya ke New York dan tinggal bersama kakek-neneknya.

Dia mengatakan kepada National Geographic dia tidak pernah memaafkan keduanya.

Dia beremigrasi ke New York dari Jerman setelah Perang Dunia Kedua. Di sana dia bertemu suaminya, Harry Potter. Mereka menikah pada tahun 1956 dan memiliki dua anak perempuan. 

Mereka kemudian pindah ke Colorado ketika Harry pensiun. Tidak jelas apa yang terjadi pada Harry, atau bagaimana Sue menjadi terasing dari putrinya, tetapi pada usia 73 tahun, Sue hidup sendirian. 

Dalam hal kesehatan, dia telah mengalami banyak hal dalam tujuh dekade. Sue menderita diabetes, dia menderita melanoma, kanker payudara, dan menjalani berbagai operasi.

Pada tahun 2000, ketika dia berpikir dia hanya memiliki satu tahun lagi untuk hidup, dia membaca artikel tentang Proyek Simulasi Manusia Universitas Colorado.

Loading...

Didanai oleh National Institutes of Health, tim telah membalsem dan membekukan mayat satu orang (seorang terpidana hukuman mati berusia 39 tahun, Joseph Paul Jernigan, pada 1993) dan seorang wanita (seorang berusia 59 tahun yang menderita penyakit jantung di Maryland pada tahun 1994), yang kemudian diiris dan digitasi untuk tujuan mendidik mahasiswa kedokteran.

Sue tertarik dengan itu, dan ingin menjadi yang ketiga. Keputusannya menjadikannya manusia pertama yang menyumbangkan tubuh sebagai 'mayat abadi'. 

Pada awalnya, direktur proyek, Dr Vic Spitzer menolaknya karena Sue menderita banyak masalah kesehatan. Namun pada akhirnya Dr Spitzer setuju, dengan satu syarat, Sue harus merekam sisa hidupnya. 

Dia setuju, dan Dr Spitzer menghubungi National Geographic untuk melakukan apa yang dia bayangkan akan menjadi proyek rekaman satu tahun. Yang mengejutkan semua orang (termasuk Sue sendiri) ia hidup 15 tahun lagi.

Meskipun kebanyakan kasus dalam proyek seperti ini orang-orang lebih senang menjadi anonim, Sue justru bangga dengan keterlibatannya. Dia menghadiri konferensi dan memberikan ceramah. 

Dia senang bertemu dengan para siswa yang suatu hari nanti akan menganalisa mayatnya, dan menguliahi mereka tentang perlunya belas kasi.

Meskipun karakternya keras dan menuntut, ia menjadi sosok yang disayangi di antara para siswa, yang menangis di peringatan kematiannya.

Pada saat Sue meninggal, tim menggunakan gergaji yang dapat secara otomatis memotong tubuhnya dengan kecepatan yang mencengangkan.  

"Susan Potter dipotong menjadi 27.000 potong dalam 60 hari. Berikutnya adalah proses yang sangat panjang dan memakan waktu untuk menguraikan struktur, jaringan, organ, pembuluh, pada setiap irisan digital untuk menyorot kerangka, saraf, dan pembuluh darah dengan detail yang sangat indah. Itu akan memakan waktu dua atau tiga tahun," kata Dr. Spitzer.

Dia menambahkan bahwa ini hanyalah permulaan. 

"Tujuannya adalah, suatu hari nanti bisa memiliki tubuh yang cukup pada 'rak buku Anda', di mana Anda dapat menarik tubuh yang paling masuk akal untuk mensimulasikan patologi atau prosedur," kata Spitzer kepada ABC.

Loading...
Loading...