Sabtu, 08 Desember 2018 23:15 WITA

Aktif di Malam Hari Bisa Berpotensi Diabetes Tipe-2

Editor: Andi Chaerul Fadli
Aktif di Malam Hari Bisa Berpotensi Diabetes Tipe-2

RAKYATKU.COM - Studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition melakukan penelitian ekstensif untuk secara khusus memahami hubungan antara ritme sirkadian (jam internal tubuh) dan pola makan -yang disebut chrono-nutrisi- dan kesehatan kardiometabolik secara keseluruhan.

Mengingat gaya hidup modern yang kacau dan terburu-buru, pola makan, dan tidur mungkin sering terganggu. 

"Gangguan ini dapat mengubah proses metabolisme siklis, seperti kontrol glukosa, metabolisme lipid, dan tekanan darah," tulis berita medis dikutip dari Indian Express, Sabtu (8/12/2018).

Loading...

Menghubungkan kebiasaan makan dengan kebiasaan tidur, tim menemukan bahwa individu yang pergi tidur kemudian cenderung memiliki pola makan yang kurang sehat. Mereka lebih cenderung mengkonsumsi lebih sedikit sayuran dan biji-bijian dan juga memiliki makanan yang lebih besar selain makan lebih jarang. 
Penelitian menetapkan bahwa burung hantu malam adalah 2,5 kali lebih mungkin untuk memiliki diabetes tipe-2 daripada bangun pagi.

Menurut para peneliti, menjadi burung hantu malam bahkan dapat mempengaruhi cara seseorang mengelola diabetes mereka: "Ulasan kami juga menemukan bahwa orang yang memiliki kontrol diabetes yang lebih buruk lebih cenderung menjadi tipe malam," kata Suzana Almoosawi, pemimpin peneliti penelitian. 
“Karena burung hantu malam makan di kemudian hari, kadar glukosa meningkat tepat sebelum tidur. Ini bertentangan dengan proses biologis reguler tubuh dan dapat berdampak pada metabolisme.”

Loading...
Loading...