Rabu, 05 Desember 2018 14:44 WITA

Penyebab Sering Ngantuk Setelah Makan Siang

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Penyebab Sering Ngantuk Setelah Makan Siang
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Makan siang menjadi waktu yang paling berharga, khususnya bagi para pekerja kantoran. Karena di waktu tersebut, mereka bisa mengisi kembali perut yang kosong, sekaligus mengistirahatkan pikiran sejenak. 

Sayang, momen makan siang kerap diselimuti kejadian “misterius”, dimana sebagian orang yang sudah selesai melahap makanannya tiba-tiba merasa ngantuk. Jadi bagi para pekerja, ngantuk setelah makan siang seakan sudah menjadi hal yang umum.

Ada beberapa pemahaman yang beredar di tengah masyarakat mengenai mekanisme ngantuk setelah makan siang. Beberapa di antaranya adalah anggapan simpang siur yang tidak boleh Anda percaya kebenarannya. Lantas, apa kata medis terkait ngantuk setelah makan siang?

Ngantuk setelah makan siang dari sisi medis

Ngantuk setelah makan siang merupakan hal yang terjadi secara alami. Terdapat dua mekanisme yang diduga kuat berperan pada kejadian tersebut, yaitu pengaturan pola tidur dan irama sirkadian.

- Pengaturan pola tidur

Pada mekanisme pengaturan pola tidur, zat kimia di otak yang bernama adenosine memainkan sebuah peran. Semakin lama seseorang dalam keadaan terjaga (tidak tidur), semakin banyak pula zat adenosine yang terakumulasi.

Adenosine yang terakumulasi tersebut menimbulkan hasrat seseorang untuk tidur. Di mana, kadar hormon adenosine bertambah tinggi saat siang hari sehingga timbul rasa ngantuk yang lebih nyata.

- Irama sirkadian

Irama sirkadian merupakan jam biologis yang dimiliki oleh tubuh manusia. Secara alami, irama sirkadian akan mengatur tubuh untuk tetap terjaga dan mempertahankan agar kadar adenosine tidak terus meningkat.

Namun, pada beberapa waktu dalam sehari, kemampuan tersebut dapat menurun sehingga dapat timbul rasa ngantuk. Penelitian menyebut, pukul 1–3 siang adalah waktu ketika kemampuan irama sirkadian dalam menekan zat adenoisme sedang dalam tahap terendah.

Meskipun mekanismenya jelas, ternyata masih ada faktor di luar itu yang turut memengaruhi terjadinya ngantuk setelah makan siang. Dilansir laman Klikdokter, beberapa faktor yang dimaksud, di antaranya:

- Jenis makanan yang dikonsumsi

Terdapat beberapa jenis makanan yang terbukti dapat menyebabkan pelepasan asam amino triptofan ke otak, serta peningkatkan produksi hormon serotonin dan melatonin dalam tubuh.

Perlu diketahui, asam amino triptofan merupakan senyawa yang berfungsi dalam pembentukan serotonin dan melatonin?hormon yang berperan dalam peningkatan kualitas tidur. Jadi, dengan mengonsumsi makanan tersebut, perasaan ngantuk setelah makan sangat mungkin untuk timbul.

Di sisi lain, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga membuat tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk memecah makanan, sehingga timbul rasa ngantuk setelah makan.

- Kurang tidur

Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah ngantuk saat menjalankan aktivitas harian. Hal ini tentu saja dapat memperberat rasa ngantuk yang dialami setelah makan siang.

- Kurang olahraga

Kurang olahraga dapat memperparah rasa ngantuk yang timbul setelah makan siang. Ini karena berolahraga secara rutin dapat melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Ilmuwan mengatakan, aliran darah yang lebih lancar ke otak dapat mengurangi risiko Anda untuk mengalami rasa kantuk.

- Adanya penyakit tertentu

Riwayat penyakit tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya ngantuk secara umum. Beberapa masalah kesehatan yang dapat mendasari sering ngantuk, yaitu anemia, hipotiroid, diabetes, ataupun sleep apnea (sumbatan pernapasan saat tidur).