Rabu, 05 Desember 2018 08:37 WITA

Wanita ini Lahirkan Bayi Sehat Setelah Diberi Rahim dari Pendonor Mati

Editor: Suriawati
Wanita ini Lahirkan Bayi Sehat Setelah Diberi Rahim dari Pendonor Mati
INT

RAKYATKU.COM - Seorang ibu yang menerima transplantasi rahim dari pendonor yang telah meninggal, melahirkan bayi perempuan yang sehat.

Wanita itu menjalani operasi pada september 2016 saat berusia 32 tahun. Dia diketahui lahir tanpa rahim.

Donornya adalah seorang wanita berusia 45 tahun yang meninggal karena perdarahan subarachnoid - sejenis stroke yang melibatkan pendarahan di permukaan otak.

Dalam operasi yang berlangsung 10,5 jam, uterus dikeluarkan dari donor dan ditransplantasikan ke penerima. Itu dihubungkan ke pembuluh vena dan arteri penerima serta ligamen dan saluran vagina.

Setelah operasi, dia harus menjalani perawatan intensif selama dua hari, kemudian menghabiskan enam hari di bangsal transplantasi khusus.

Wanita itu menerima lima obat imunosupresi, serta antimikroba, perawatan anti-pembekuan darah dan aspirin ketika di rumah sakit, dan imunosupresi dilanjutkan sampai wanita tersebut melahirkan.

Lima bulan setelah transplantasi, uterus tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan dan penerima mengalami menstruasi secara teratur.

Selanjutnya, rahimnya ditanami telur yang telah dibuahi setelah tujuh bulan setelah transplantasi.

Pemindaian ultrasound pada kehamilan 12 dan 20 minggu tidak menunjukkan adanya anomali janin.

Akhirnya, bayi perempuannya lahir melalui operasi caesar pada usia kehamilan 35 minggu dan tiga hari, dengan berat 2,5kg.

Rahim yang ditransplantasikan telah dihapus selama operasi caesar dan tidak menunjukkan anomali.

Dr Antonio Pellicer dari Roma menekankan bahwa meskipun prosedur itu merupakan terobosan, itu masih dalam tahap yang sangat awal.

Studi kasus ini diterbitkan di jurnal Lancet, dan memberikan harapan baru bahwa sumbangan rahim dari donor yang telah meninggal adalah solusi potensial untuk membantu wanita yang mengalami infertilitas uterus.

Transplantasi rahim adalah bidang kedokteran yang eksperimental dan operasinya sangat sulit untuk diselesaikan.

Sebelumnya, sebanyak 10 transplantasi rahim dari donor mati telah g dicoba di AS, Republik Ceko, dan Turki, tapi semuanya gagal menghasilkan kelahiran hidup.

Sementara itu, dokter juga telah berhasil melakukan transplantasi rahim dari donor hidup. Sebanyak 39 transplantasi telah menghasilkan 11 kelahiran hidup, dan yang pertama terjadi di Swedia pada tahun 2013.